INSA Berharap Terjadi Kolaborasi Antara Pelabuhan Tanjung Priok dan Patimban

JAKARTA,AKSIKATA.COM – Indonesia National Shipsowner Association (INSA)  berharap terjadi kolaborasi antara dua pelabuhan besar yakni Tanjung Priok yang sudah eksis dan Patimban yang akan dimulai operasional tahap I nya dapat melahirkan tarif kompetitif.

“Kami apresiasi, Patimban jadi babak baru pelabuhan kita, jadi kelas dunia, diharapkan bisa saling berkolaborasi bukan berkompetisi,” harap Ketua Umum INSA  Carmelita Hartoto dalam Diskusi Online (Diskon) Forum Wartawan Perhubungan (Forwahub) bertajuk ” Optimisme Industri Pelayaran Di Tahun 2021 di Jakarta, Senin (14/12).

Menurut Carmelita, jika Patimban didorong untuk menambah kapasitas terminal petikemas, maka perlu dimulai untuk mewujudkan penerapan tarif yang tidak lagi diatur pemerintah. Ia  menyarankan, pembangunan Patimban perlu diimbangi dengan menarik pelaku bisnis yang miliki hubungan langsung dengan terminal, seperti trucking dan kantor bea cukai.

“Pembangunan Patimban dan kawasan industri harus mampu memberikan daya guna bagi penduduk kawasan dan menumbuhkan industri UMKM yang menjadi penunjang industri besar lainnya. Selain itu, perlu dibangun depo container di kawasan Patimban dan Rebana, dengan jarak tempuh yang singkat dengan gateway Patimban,” papar  Carmelita.

Pada kesempatan tersebut Carmelita juga menyampaikan,para pelaku industri  pelayaran nasional membutuhkan kepastian dan dukungan kebijakan yang kondusif bagi bisnis pelayaran seiring belum berakhirnya pandemi Covid-19.

“Sebenarnya industri pelayaran nasional masih memiliki sejumlah peluang makro yang bisa ditangkap untuk mengoptimalkan kinerja perusahaan, namun banyak faktor yang menjadi penentu dan mempengaruhi dinamika kinerja pelayaran ke depan yang semakin kompleks,”ungkap Carmelita.

Menurut Carmelita, pihaknya optimis kinerja industri pelayaran akan membaik, hal tersebut tentu saja terkait dengan kesehatan masyarakat dan berakhirnya pandemi Covid-19 yang akan menggerakkan roda ekonomi sehingga akan mempengaruhi demand distribusi barang muatan kapal. “Penentu utama pemulihan ekonomi dan kinerja pelayaran yaitu kepastian berakhirnya pandemi Covid-19,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *




Enter Captcha Here :