JAKARTA, AKSIKATA.COM– Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) terus menunjukkan transformasi signifikan sebagai Kampus Digital Kreatif yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Dengan status akreditasi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), UBSI memperkuat reputasinya di tengah persaingan pendidikan tinggi yang semakin kompetitif melalui capaian akademik, penguatan kelembagaan, dan jejaring kerja sama internasional.
Rektor UBSI, Prof. Dr. Ir. Mochamad Wahyudi, M.Kom, MM, M.Pd, IPU, ASEAN Eng, menegaskan bahwa pencapaian tersebut menjadi bukti nyata komitmen kampus dalam menghadirkan pendidikan berkualitas dan relevan dengan kebutuhan industri global.
“UBSI terus bertransformasi menjadi perguruan tinggi unggul yang tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga penguatan inovasi, teknologi, riset, dan kolaborasi internasional. Kami ingin memastikan lulusan UBSI mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,” ujarnya.
UBSI saat ini memiliki lima fakultas dengan 46 program studi yang mencakup jenjang Diploma, Sarjana, hingga Magister. Jaringan kampusnya tersebar di 30 lokasi di 13 kota dan kabupaten di Indonesia. Momentum penting diraih ketika UBSI memperoleh akreditasi Unggul dari BAN-PT, memperkuat posisinya sebagai salah satu perguruan tinggi swasta terkemuka di tanah air.
“Predikat Unggul ini bukan sekadar pencapaian administratif, tetapi amanah besar untuk terus meningkatkan mutu pendidikan, pelayanan akademik, serta kualitas lulusan,” jelas Prof. Wahyudi.
Dalam pemeringkatan nasional, UBSI berhasil masuk 50 besar perguruan tinggi terbaik versi Science and Technology Index (SINTA) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, serta menempati posisi ke-18 perguruan tinggi swasta terbaik versi UniRank 2026. Berbagai penghargaan nasional turut diraih UBSI dalam bidang humas, penelitian, pengelolaan data pendidikan tinggi, dan kelembagaan.
UBSI juga aktif memperluas kerja sama dengan perusahaan nasional dan internasional, di antaranya CISCO Networking Academy, Oracle Academy, Microsoft, Mikrotik Academy, hingga Bursa Efek Indonesia. Di tingkat global, UBSI menjalin kolaborasi dengan universitas di Amerika Serikat, Korea Selatan, India, Turki, China, Filipina, Malaysia, dan Hungaria.
“Perguruan tinggi tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi menjadi kunci untuk menciptakan lulusan yang relevan dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi global,” ungkapnya.
Sebagai Kampus Digital Kreatif, UBSI juga mendorong pengembangan karier mahasiswa melalui BSI Career Center (BCC) dan ekosistem kewirausahaan lewat BSI Entrepreneur Center (BEC).
“Kami ingin mahasiswa UBSI memiliki mental inovator dan entrepreneur. Dunia membutuhkan generasi yang kreatif, adaptif, dan mampu memberikan solusi bagi masyarakat,” tegas Prof. Wahyudi.
Ke depan, UBSI menargetkan penguatan riset kolaboratif internasional, peningkatan publikasi ilmiah, pengembangan teknologi pembelajaran digital, serta perluasan jejaring global.
“Kami optimistis UBSI akan terus tumbuh menjadi perguruan tinggi digital unggul yang memberikan kontribusi nyata bagi bangsa, dunia industri, dan masyarakat internasional,” tutupnya.


