CIANJUR, AKSIKATA.COM – Kasubdit Jatanras Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya Akbp Indrawienny Panjiyoga memimpin rekonstruksi kasus pembunuhan berantai yang telah dilakukan komplotan Wowon serial killer di tiga lokasi kejadian di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pada Kamis, (2/3/2023), kemarin. Sehari sebelumnya rekonstruksi dilakukan di Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, Rabu, (1/3/2023).
Dalam rekonstruksi itu, ada 94 adegan diperagakan dalam kegiatan yang digelar di Cianjur. Sedangkan yang di Bekasi terdapat 55 adegan yang diperagakan.
Dalam proses rekonstruksi, ketiga pelaku membagi perannya masing-masing dan langsung disaksikan oleh para warga.

Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko kepada wartawan, rekonstruksi dilakukan langsung di tempat pembunuhan, baik yang di TKP di Bekasi maupun di Cianjur. Ketiga tersangka Wowon Erawan alias Aki (60), Solihin alias Duloh (63), dan Dede Sholehudin alias Dede (34) dihadirkan. Satu buah boneka juga turut dibawa dalam proses rekonstruksi tersebut. Boneka itu dibawa sebagai peran pengganti dari korban berinisial NR (5).
Di Cianjur, lokasi pertama tempat rekonstrukusi adalah rumah tersangka Solihin alias Duloh, 63 tahun dengan memperagakan 30 adegan ”Di lokasi pertama rumah tersangka Duloh tempat pembunuhan korban Wiwin dan Noneng asalnya akan dilakukan 22 adegan, tapi berkembang menjadi 30 adegan,” ucapnya
Panjiyoga menuturkan lokasi kedua di rumah tersangka Wowon Erawan alias Aki, 60 tahun dengan memperagakan 30 adegan TKP berada di Kampung Babakan Mande, Desa Gunungsari, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur.
“Lokasi kedua merupakan tempat pembunuhan korban Bayu Erawan. Awalnya akan diperagakan 19 adegan, tapi bertambah menjadi 30 adegan. Bayu Erawan adalah anak Wowon dari perkawinannya dengan Ai Maemunah yang ikut menjadi korban pembunuhan,” tambahnya.
Terakhir rekonstruksi dilaksanakan di rumah kontrakan Wowon dengan Korban pembunuhan korban Farida di Kampung Babakan Curug, Desa Kertajaya, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, sebanyak 34 adegan.
“Terakhir di lokasi rumah kontrakan Wowon tempat pembunuhan korban Farida asalnya akan dilakukan 22 adegan, tapi menjadi 34 adegan. Sehingga total di tiga lokasi itu 94 adegan,” ujar Panjiyoga.
Para pelaku melakukan eksekusi terhadap kedua korban, mereka membeli racun tikus sebanyak 20 bungkus di daerah Pasar Ciranjang untuk memperlancar aksi pembunuhan para pelaku. Setelah mendapatkan racun tikus tersebut, para pelaku pun dengan tega langsung mengeksekusi kedua korban. Selain itu, para pelaku juga mempraktikkan bagaimana proses pembuatan lubang yang dibuatnya di samping rumah untuk menimbun para korban pembunuhan berantai tersebut.
Wowon bertindak sebagai otak perencanaan tindak pidana ini. Sementara Solihin alias Duloh berperan sebagai eksekutor pembunuhan, baik yang di Bekasi maupun di Cianjur. Adapun peran Dede, sebagai penjemput para korban sebelum akhirnya tewas di tangan Duloh dengan cara dicekik.


