Kisah Mandala, Meninggal Dunia karena Sepatu Kekecilan

foto: AI

SAMARINDA – Kabar duka menyelimuti dunia pendidikan di Kota Samarinda setelah seorang siswa SMKN 4 Samarinda, Mandala Rizky Saputra, dilaporkan meninggal dunia pada Senin (4/5/2026)  kemarin. Kejadian tragis ini bermula dari hal yang sekilas tampak sepele, yakni kondisi sepatu sekolah yang terlalu sempit atau kekecilan, namun berujung pada infeksi serius yang merenggut nyawanya.

Kisah memilukan ini mulai viral di jagat maya setelah pihak keluarga membagikan kronologi perkembangan kesehatan Mandala. Menurut keterangan yang dihimpun, Mandala sempat memaksakan diri mengenakan sepatu yang sudah tidak muat untuk beraktivitas di sekolah. Mandala diketahui memakai sepatu ukuran 40, sementara ukuran kakinya mencapai 43.

Keterbatasan ekonomi membuat Mandala tetap menggunakan sepatu tersebut setiap hari. Gesekan terus-menerus pada bagian kaki mengakibatkan luka lecet yang kemudian mengalam  peradangan hebat. Kondisi tersebut diperparah dengan adanya indikasi infeksi yang cepat menyebar, hingga membuat kesehatan remaja tersebut menurun drastis dalam waktu singkat. Aktivitas yang menuntut banyak berdiri dan berjalan memperparah luka di kakinya hingga infeksi semakin serius.

Ibunya, Ratnasari (40), menyebut anaknya memilih menahan rasa sakit dan tetap beraktivitas seperti biasa. Mandala sempat mengeluhkan rasa sakit di kakinya setelah menggunakan sepatu yang terlalu kecil. Namun, ia tidak pernah dibawa ke rumah sakit dan hanya dirawat secara sederhana di rumah. “Kami kira sakit biasa, ternyata semakin parah. Kami sangat kehilangan,” kata ibunda Mandala dengan suara bergetar.

Pihak SMKN 4 Samarinda mengonfirmasi kabar duka tersebut dan menyatakan belasungkawa yang mendalam atas berpulangnya salah satu siswa didik mereka. Kepergian Mandala meninggalkan duka yang mendalam bagi rekan-rekan sekolah dan para guru yang mengenalnya sebagai sosok remaja yang santun. Suasana haru mewarnai rumah duka saat jenazah disemayamkan, di mana para pelayat tak henti-hentinya berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir.

Kepala SMK Negeri 4 Samarinda, Syarifuddin, menjelaskan bahwa pihak sekolah telah berupaya memberikan bantuan sejak Mandala mulai sakit. “Kami sudah beberapa kali memberikan bantuan dana, makanan, bahkan berusaha mengaktifkan BPJS untuk keluarga. Guru juga sempat mengunjungi rumah Mandala dan menyarankan agar segera dibawa ke fasilitas kesehatan,” ujarnya kepada awak media.

Dinas Pendidikan Kalimantan Timur turut menyampaikan belasungkawa dan menegaskan perlunya evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang. “Ini menjadi pelajaran penting bahwa kesehatan siswa harus menjadi prioritas. Hal kecil seperti sepatu yang tidak sesuai ukuran bisa berakibat fatal bila diabaikan,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kaltim, Muhammad Kurniawan.

Kasus Mandala sempat viral di media sosial dan memicu simpati masyarakat. Banyak pihak menyoroti pentingnya perhatian terhadap kebutuhan dasar siswa serta akses layanan kesehatan yang memadai.

Ketua Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Samarinda, Rina Zainun, menyoroti minimnya empati dari sejumlah pihak terkait. “Sangat memprihatinkan, tidak ada pernyataan belasungkawa,” ujarnya usai mengunjungi keluarga korban.