JAKARTA, AKSIKATA.COM – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) resmi mengumumkan rencana investasi senilai Rp20 triliun untuk membangun peternakan ayam pedaging dan petelur terintegrasi di berbagai wilayah Indonesia. Investasi besar ini dirancang untuk mendukung program prioritas pemerintah, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG), yang akan mulai dilaksanakan pada 2026.
Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Patria Sjahrir, menyampaikan bahwa rencana strategis ini akan segera dipaparkan secara resmi kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). “Nanti kami mau ke DPR minggu, bulan ini, habis itu nanti kami share,” ujar Pandu saat ditemui di Wisma Danantara, Jakarta, Selasa (11/11/2025).
Meski belum merinci alokasi dana secara detail, Pandu menegaskan bahwa proyek ini merupakan bagian dari komitmen Danantara untuk memperkuat ketahanan pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan peternak lokal. Ia menambahkan bahwa investasi ini akan difokuskan pada pembangunan sistem peternakan ayam yang terintegrasi, dengan tujuan meningkatkan produksi ayam dan telur secara signifikan.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sebelumnya juga menyampaikan bahwa proyek ini akan menjadi tulang punggung pasokan protein hewani untuk program MBG. “Kami ingin memastikan tidak ada kekurangan pasokan ayam dan telur saat program Makan Bergizi Gratis dimulai. Danantara akan menjadi mitra strategis dalam membangun infrastruktur peternakan yang kuat dan berkelanjutan,” kata Amran dalam pernyataannya.
Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menambahkan bahwa pembangunan peternakan akan dimulai pada Januari 2026. Ia menyebut bahwa proyek ini tidak hanya akan meningkatkan produksi nasional, tetapi juga membuka lapangan kerja baru dan memperkuat ekosistem peternakan rakyat. “Kami ingin menciptakan model bisnis yang inklusif, di mana peternak kecil bisa terlibat dan mendapatkan manfaat langsung dari investasi ini,” ujar Dony saat ditemui di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta.
Dengan investasi ini, Danantara berharap dapat menjawab tantangan ketahanan pangan nasional sekaligus memperkuat kemandirian sektor peternakan. Proyek ini juga diharapkan mampu menjaga stabilitas harga ayam dan telur di pasaran, serta mengurangi ketergantungan pada impor bahan pangan hewani.
Langkah Danantara ini menjadi sinyal kuat bahwa sektor peternakan kini mendapat perhatian serius sebagai bagian dari strategi pembangunan nasional berbasis gizi, kemandirian, dan kesejahteraan rakyat.


