JAKARTA, AKSIKATA.COM – Kasus penipuan umrah Hanania Travel kini memasuki babak serius: kerugian mencapai Rp12,14 miliar, Direktur Utama Ahmad Syah Farhan resmi ditahan, dan polisi menelusuri aliran dana termasuk pembayaran kepada influencer yang ikut mempromosikan paket umrah.
Kilau promosi perjalanan umrah murah yang ditawarkan Hanania Travel ternyata menyimpan jebakan. Dengan menggandeng sejumlah influencer di media sosial, perusahaan ini berhasil membangun citra kredibel dan menarik ratusan jemaah. Namun, janji keberangkatan yang tak kunjung terealisasi akhirnya membuka tabir penipuan dengan kerugian fantastis.
Sebanyak 128 calon jemaah tercatat menjadi korban dengan kerugian mencapai lebih dari Rp12 miliar. Mereka telah melunasi biaya paket umrah sejak awal 2026, namun hingga akhir Mei tidak ada satu pun yang diberangkatkan.
Direktur Utama PT Khazanah Tamma Internasional, Ahmad Syah Farhan (ASF), ditetapkan sebagai tersangka. Polisi mengungkap sebagian dana jemaah justru digunakan untuk kepentingan lain, termasuk membayar jasa influencer yang dilibatkan dalam promosi. “Sebagian juga digunakan untuk membayar influencer sebagai kepentingan marketing,” ujar Kombes Pol Iman Imanuddin, Dirreskrimum Polda Metro Jaya.
Banyak korban merasa tertipu karena percaya pada promosi yang melibatkan figur publik. “Kami yakin karena ada selebgram yang ikut memasarkan. Rasanya aman. Tapi setelah berbulan-bulan tidak ada kepastian, barulah kami sadar sudah ditipu,” ungkap Rina, salah satu jemaah yang gagal berangkat.
Kasus ini menimbulkan perdebatan tentang etika promosi digital. “Influencer punya pengaruh besar. Kalau mereka tidak hati-hati, dampaknya bisa fatal bagi masyarakat,” kata Ahmad Fauzi, pakar komunikasi publik.
Polisi telah menahan ASF sejak 29 Mei 2026 dan menjeratnya dengan pasal penipuan, penggelapan, serta tindak pidana pencucian uang. Penyelidikan masih berlangsung, termasuk kemungkinan adanya tersangka lain.
Aliran dana sedang ditelusuri, termasuk kemungkinan adanya pihak lain yang turut menikmati keuntungan dari uang jemaah. “Kami akan mendalami keterlibatan pihak lain, termasuk influencer yang menerima pembayaran dari tersangka,” katanya.


