Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW: Rindu Mengikis Jarak Meski Sehasta

JAKARTA, AKSIKATA.COM – Ratusan jammaah hadir memperingatan Maulid Nabi Muhammad SAW bertajuk “Rindu Mengikis Jarak Meski Sehasta”, di The Hallf Patiunus, Jl. Patiunus, Kebayoran Baru, Jakarta, Minggu (10 November 2019). Peringatan ini ditandai dengan pembacaan shawalat dan merenungkan kisah kelahiran Nabi hingga wafatnya.

Dalam acara keagamaan ini membawa pesan-pesan moral yang bermanfaat untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya adalah menjaga perilaku yang baik (akhlakul karimah) yang akan membawa Indonesia menjadi negara yang besar.

“Yang ingin sehat badannya, yang ingin lancar rezekinya, rajinlah bershalawat,” demikian dipaparkan Syeikh Fikri Thoriq saat menyampaikan tausiahnya. Syeikh tak sendirian mengisi acara, ada juga Urwatul Wutsqo, Syakir Daulay dan juga dua artis kakak beradik Olivia Zalianty dan Marcella Zalianty.

Ustadz muda ini ingin menjelaskan kepada para pengunjung yang kebanyakan anak muda ini untuk menumbuhkan rasa rindu umat muslim kepada Rasululllah. “Ketika orang lupa kepada siapa harus mencintai, itu bahaya. Kita mengajak siapa saja umat muslim merindukan Rasulullah sebagaimana ribuan tahun lalu Rasulullah menyatakan kerinduannya kepada umatnya,” tuturnya.

“Bila kita cinta rasul maka kita akan mencontohkan kebaikan dan akhlak yang baik. Kebaikan itu bukan hanya untuk diri sendiri tapi juga buat orang lain dan masyarakat,” sambung Syeikh Fikri.

Dikatakannya, apa yang Rasululllah sampaikan adalah tentang kebaikan, untuk umatnya, dirinya dan masyarakat. Sejak awal ulama sepakat, tanggal 12 Rabiul awal sebagai libur nasional untuk memperingati kelahiran Rasululllah.

“Ahlak beliau bisa menjadi teladan, menjadi tugas kita sebagai umatnya untuk memperbanyak ilmu dengan menghadiri pengajian pengajian,” ujarnya. “Kita akan terus memperkenalkan sosok Rasululllah melalui pengajian, bergaul dengan cara seperti diajarkan Rasululllah. Menebarkan kasih sayang,” tegas dia.

Sementara itu, Ferri Syah, penyelenggara sekaligus volunteer kegiatan Maulid ini menyatakan, komunitasnya rutin menggelar pengajian. “Intinya, bersama teman-teman semua di sini, kita ingin menjadi baik. Teman-teman penyelenggara acara maulid ini seluruhnya adalah volunter, dari beragam latar belakang profesi. Ada yang dokter, arsitek dan lain-lain. Ada juga teman-teman artis.” jelasnya.

Total volunteer yang terlibat menyiapkan peringatan Maulid Nabi ini mencapai 70 orang dengan total peserta yang menyatakan konfirmasi hadir mencapai 600 orang. Acara peringatan ditutup dengan shalat ashar berjamaah.

2 Comments on “Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW: Rindu Mengikis Jarak Meski Sehasta”

  1. Reviewing this short article was necessary for me as it provided useful insights and in-depth information on the topic. The author did a remarkable task in offering the info plainly and engagingly. Congratulations to the writer for creating such a insightful and well-written blog.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *