Esensi Kurban: Memberi, Taat, dan Dekat

BEKASI, AKSIKATA.COM – Ketua Umum Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan, Eddie Karsito, menegaskan bahwa inti ibadah kurban adalah memberi, taat, dan dekat. Kurban, menurutnya, bukan sekadar ritual vertikal kepada Allah SWT, melainkan sarana filantropi dan solidaritas sosial.

Dalam Idul Kurban 27 Mei 2026, yayasan menyembelih hewan kurban dan memasaknya langsung untuk disantap bersama keluarga pemulung di Shelter Pemulung Humaniora, Jatisampurna. Cara ini dinilai sah secara syariat sekaligus mempererat silaturahmi.

Eddie menyoroti nasib pemulung yang sering tidak kebagian daging kurban karena tidak memiliki KTP sesuai domisili. Padahal, kelompok ini termasuk fakir miskin yang seharusnya menjadi prioritas penerima manfaat.

Saat ini, Yayasan Humaniora membina 273 orang rentan sosial dan mendidik 99 anak terlantar di Bekasi, Jakarta Timur, Depok, dan Bogor. Sebagian tinggal di shelter yang disediakan yayasan. Bahkan, 38 keluarga pemulung dan pengamen sedang diurus dokumen kependudukannya agar anak-anak mereka bisa bersekolah.

Dengan langkah ini, kurban tidak berhenti sebagai ritual, tetapi menjadi gerakan sosial nyata yang menghadirkan empati dan kebersamaan.