Harmoni Nusantara Pukau Turki, Jakarta Concert Orchestra dan BMS Raih Standing Ovation di Ankara

ANKARA, AKSIKATA.COM – Alunan musik orkestra dan paduan suara khas Indonesia berhasil menggetarkan gedung konser utama CSO Ada Ankara, Turki, pada Sabtu (11/4/2026). Jakarta Concert Orchestra (JCO) bersama Batavia Madrigal Singers (BMS) sukses memukau lebih dari 1.000 penonton dalam gelaran Festival Musik Internasional Ankara ke-40.

Penampilan ini merupakan pembuka dari rangkaian tur Eropa 2026 yang dilakukan oleh kelompok musik di bawah naungan The Resonanz Music tersebut. Di bawah arahan Maestro Avip Priatna, JCO dan BMS membawakan repertoar yang merayakan kekayaan budaya Indonesia sekaligus memperingati 75 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Swiss yang telah dimulai sejak konser di Jakarta beberapa waktu lalu.

Selama kurang lebih 90 menit, para musisi menghadirkan karya-karya ikonik seperti Overture Fatahillah karya Fero Aldiansya Stefanus, variasi Sepasang Mata Bola karya Ismail Marzuki, hingga lagu Tanah Air karya Ibu Sud.

Suasana konser semakin meriah pada bagian kedua saat lagu-lagu daerah seperti Sik-Sik Sibatumanikam, Rek Ayo Rek, Paris Barantai, hingga  Ayo Mama dibawakan dengan aransemen orkestrasi yang megah.

Ketua Panitia Festival, Pinar Alpay Yuksel, menyampaikan apresiasi mendalam atas partisipasi delegasi Indonesia. Ia menegaskan bahwa kehadiran JCO dan BMS merupakan bentuk nyata dari diplomasi musik yang mempererat hubungan antarnegara melalui seni.

Festival ini sendiri merupakan bagian dari European Festivals Association (EFA) yang telah rutin diselenggarakan sejak tahun 1993.

Kebanggaan serupa diutarakan oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Turki, Achmad Rizal Purnama. Ia mengaku sangat tersentuh, terutama saat lagu Indonesia Pusaka berkumandang di ruang konser.

Menurutnya, apresiasi luar biasa yang diberikan penonton internasional menunjukkan bahwa keragaman budaya Indonesia memiliki daya tarik yang universal dan mampu membuat bangsa bangga di kancah global.

Maestro Avip Priatna menjelaskan bahwa keikutsertaan mereka dalam festival bergengsi ini adalah misi besar untuk memperkenalkan komposisi musik karya anak bangsa kepada dunia.

Ia berharap repertoar Indonesia tidak hanya didengar, tetapi juga mulai dimainkan oleh orkestra-orkestra mancanegara di masa depan.

Konser diakhiri dengan lagu Lisoi sebagai encore yang disambut dengan tepuk tangan berdiri (standing ovation) panjang dari penonton.

Setelah sukses di Ankara, JCO dan BMS dijadwalkan melanjutkan perjalanan diplomasi budaya mereka ke beberapa kota besar di Eropa, yakni Amsterdam pada 15 April, Basel pada 17 April, dan akan menutup rangkaian tur di Roma pada 21 April 2026.