BEKASI, AKSIKATA.COM – Dalam rangka mendukung pemberdayaan masyarakat di era digital, tim dosen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat pada Sabtu, 11 April 2026 dengan mengusung tema “Pelatihan Pemanfaatan WhatsApp dan Literasi Digital untuk Meningkatkan Ekonomi dan Keamanan Ibu PKK Kelurahan Jatimulya”.
Tim pengabdian ini diketuai oleh Nur Lutfiyana dengan anggota tim terdiri dari Dian Ambar Wasesha, Syafrianto dan Nanang Kohar, yang secara sinergis memberikan edukasi mengenai penggunaan teknologi komunikasi untuk tujuan produktif sekaligus antisipasi terhadap kejahatan digital.
Fokus utama dari pelatihan ini adalah mengubah fungsi aplikasi WhatsApp yang selama ini hanya digunakan sebagai media bincang santai menjadi alat bantu ekonomi melalui fitur-fitur bisnis yang tersedia. Selain itu, para peserta diberikan pemahaman mendalam mengenai literasi digital, terutama cara mengidentifikasi informasi palsu atau hoaks serta langkah-langkah mengamankan akun pribadi dari upaya peretasan yang marak menyasar pengguna media sosial di lingkungan keluarga.
Nur Lutfiyana selaku ketua tim pengabdian masyarakat UBSI menjelaskan bahwa inisiatif ini lahir dari keprihatinan terhadap tingginya angka penipuan daring yang kerap menimpa ibu rumah tangga akibat kurangnya pemahaman tentang keamanan siber. “Tujuan utama kami adalah memastikan para ibu PKK tidak hanya mahir menggunakan teknologi untuk berwirausaha dan berkomunikasi, tetapi juga memiliki “perisai” digital yang kuat untuk melindungi data pribadi dan keluarga mereka dari berbagai ancaman di dunia maya,” paparnya.
Ketua RW 017, M. Zaini, menyambut hangat pelaksanaan kegiatan ini dan menganggapnya sebagai langkah protektif yang sangat dibutuhkan warga. Menurutnya, digital merupakan aspek yang sering terlupakan, padahal dampaknya bisa merugikan secara finansial maupun sosial. “Dengan adanya pelatihan ini, saya berharap warga Jatimulya, khususnya para ibu, menjadi lebih waspada dan tidak mudah terjebak oleh modus penipuan yang kian beragam, sehingga lingkungan RW tetap kondusif dan aman dari gangguan kriminalitas berbasis teknologi,” ucapnya.
Apresiasi senada disampaikan oleh Ketua PKK, Elis Maryam, yang melihat peluang besar bagi anggotanya untuk mulai merintis usaha kecil melalui grup-grup WhatsApp. Dituturkannya bahwa pelatihan ini memberikan pencerahan bagi para kader mengenai cara mengelola pesan bisnis yang profesional tanpa mengabaikan aspek keamanan. “Ibu-ibu PKK kini merasa lebih percaya diri untuk mengeksplorasi potensi ekonomi digital karena sudah dibekali dengan pengetahuan tentang cara memverifikasi informasi dan mengamankan akun secara mandiri,” ungkap dia.
Syafrianto, yang bertindak sebagai tutor dalam kegiatan ini memaparkan bahwa literasi digital yang mumpuni adalah kunci bagi ketahanan ekonomi keluarga di masa depan. Penting bagi setiap individu untuk memahami bahwa setiap tautan atau pesan yang diterima melalui aplikasi percakapan harus melalui proses penyaringan yang ketat sebelum dipercaya atau dibagikan kembali.
“Dengan mengombinasikan kreativitas dalam berbisnis dan kedisiplinan dalam menjaga keamanan data, ibu-ibu PKK diharapkan mampu menciptakan ekosistem digital yang sehat, di mana teknologi berfungsi sebagai pendorong kesejahteraan bukan justru menjadi celah terjadinya kerugian. Melalui sinergi antara akademisi dan perangkat lingkungan ini, masyarakat Jatimulya diharapkan dapat menjadi komunitas yang cerdas digital dan berdaya saing tinggi,” tandasnya.



