DENPASAR , AKSIKATA.COM – Bali yang dikenal sebagai destinasi wisata dunia mendadak diguncang kabar mencengangkan. Seorang warga negara asing asal Ukraina, Igor Komarov (28), dilaporkan hilang sejak pertengahan Februari 2026. Kasus ini bukan sekadar kehilangan biasa, melainkan dugaan penculikan yang disertai permintaan uang tebusan dalam jumlah fantastis.
Igor datang ke Bali bersama kekasihnya untuk berlibur. Namun, liburan itu berubah menjadi tragedi ketika ia diduga diculik oleh sekelompok orang tak dikenal di kawasan Jimbaran, Kuta Selatan.
Tak lama setelah kabar hilangnya Igor, sebuah video beredar di media sosial. Dalam rekaman itu, seorang pria yang diduga Igor tampak memar dan menangis, memohon agar keluarganya membayar uang tebusan sebesar 10 juta dolar AS atau sekitar Rp 157 miliar.
Situasi semakin mencekam ketika polisi menemukan potongan tubuh manusia di muara sungai Wos di Desa Ketewel Kabupaten Gianyar Jumat 27 Februari 2026 lalu. Sejumlah bagian tubuh manusia ditemukan tersebar di sepanjang bibir pantai dan muara sungai. Dugaan kuat mengarah bahwa jenazah tersebut berkaitan dengan hilangnya Igor.
Dugaan itu mencuat setelah aparat menemukan ciri fisik berupa tato bergambar Bunda Maria pada salah satu potongan lengan korban. Meski kepastian identitas masih menunggu hasil uji DNA.
Kepolisian Bali bergerak cepat. Sejumlah warga negara asing ditahan untuk dimintai keterangan. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Bali, Kombes Pol. Ariasandy, S.I.K. menyatakan bahwa pihaknya masih mendalami kasus ini.
“Kami telah menahan tujuh orang WNA yang diduga terkait dengan penculikan Igor Komarov. Tim forensik sedang bekerja memastikan identitas potongan tubuh yang ditemukan. Kami tidak bisa berspekulasi, tetapi semua bukti sedang kami teliti,” ujarnya.
Kasus ini menarik perhatian publik internasional, terutama karena Igor disebut-sebut sebagai anak dari seorang figur kriminal di Ukraina. Dugaan keterkaitan jaringan internasional pun mencuat, membuat penyelidikan semakin kompleks.
Di sisi lain, masyarakat Bali merasa resah. Seorang tokoh masyarakat di Gianyar, I Made Suardana, mengungkapkan keprihatinannya.
“Kami kaget sekali mendengar ada kasus mutilasi yang dikaitkan dengan WNA. Bali selama ini dikenal aman untuk wisatawan. Harapan kami, polisi segera menuntaskan kasus ini agar citra Bali tidak tercoreng,” katanya.
Hingga kini, misteri hilangnya Igor Komarov masih menyisakan banyak pertanyaan. Apakah benar ia menjadi korban penculikan yang berujung maut, atau ada skenario lain di balik tragedi ini? Kepastian hanya bisa ditunggu dari hasil penyelidikan aparat dan uji forensik yang sedang berlangsung.




