TAHERAN, IRAN, AKSIKATA.COM– Israel melancarkan serangan rudal ke sejumlah kota di Iran pada Sabtu dini hari, memicu eskalasi baru dalam krisis Timur Tengah. Ledakan besar dilaporkan terjadi di Teheran, Qom, Isfahan, Kermanshah, dan Karaj. Asap tebal terlihat membubung dari pusat ibu kota Iran, sementara media lokal mengonfirmasi adanya serangan di dekat kantor pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Kementerian Pertahanan Israel menyebut serangan ini sebagai langkah “preemptive strike” atau serangan pencegahan. Menurut pernyataan resmi, Israel mengklaim mendapat informasi bahwa Iran tengah mempersiapkan serangan rudal dan drone dalam waktu dekat. “Operasi ini dilakukan untuk menghapus ancaman terhadap negara Israel,” ujar Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz.
Sementara itu, media internasional melaporkan bahwa Amerika Serikat turut terlibat dalam operasi militer ini. Serangan gabungan tersebut diberi sandi Roaring Lion dan Shield of Judah, menargetkan fasilitas strategis Iran. Hingga kini, jumlah korban jiwa maupun kerusakan belum dapat dipastikan.
Ketegangan antara Israel dan Iran telah meningkat tajam sejak awal 2023, dipicu oleh program nuklir Iran yang dianggap mengancam stabilitas regional. Israel menuduh Teheran mempercepat pengayaan uranium untuk kepentingan militer, sementara Iran bersikeras bahwa program nuklirnya hanya untuk tujuan damai. Selain itu, dukungan Iran terhadap kelompok bersenjata di Lebanon, Suriah, dan Gaza semakin memperburuk hubungan kedua negara.
Serangan terbaru ini terjadi setelah serangkaian ancaman balasan dari Iran terhadap Israel dan sekutunya. Pemerintah Israel menilai langkah militer sebagai satu-satunya cara untuk mencegah serangan besar yang diyakini akan segera dilancarkan Iran. Namun, tindakan ini sekaligus menutup peluang diplomasi yang selama ini diupayakan oleh komunitas internasional.



