JAKARTA, AKSIKATA.COM – Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia mengeluarkan pernyataan resmi terkait serangan rudal Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu pagi, 28 Februari 2026.
Serangan tersebut menargetkan lokasi sipil, termasuk sekolah-sekolah, dan menewaskan ratusan warga Iran yang sedang berpuasa di bulan Ramadan. Dalam serangan itu, Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran, Ayatollah Sayyid Ali Khamenei, dilaporkan wafat di kantor beliau.
Menurut keterangan resmi, sebuah sekolah dasar di Kabupaten Minab hancur total akibat serangan rudal, menewaskan hampir 200 anak perempuan. Kedutaan Besar Iran menilai tindakan ini sebagai bentuk agresi biadab yang melanggar kedaulatan nasional dan integritas teritorial Iran.
Pernyataan tersebut juga menyinggung klaim Amerika Serikat yang disebut “membantu rakyat Iran”, namun justru berujung pada penderitaan. Iran menyoroti rekam jejak panjang permusuhan AS terhadap Iran sejak kudeta 1953, termasuk dukungan terhadap Saddam Hussein dalam perang Iran-Irak, penembakan pesawat sipil Iran Air pada 1988, hingga sanksi ekonomi dan pembunuhan pejabat militer Iran.
Kedutaan Besar Iran menegaskan bahwa serangan terbaru ini menambah daftar panjang pelanggaran Amerika Serikat dan Israel terhadap hukum internasional, hak asasi manusia, serta Piagam PBB.
Dalam pernyataan tersebut, Iran menyampaikan apresiasi atas dukungan konsisten Pemerintah dan rakyat Indonesia, serta menyambut kesiapan Presiden Republik Indonesia untuk melakukan mediasi dalam konflik ini. Iran juga menyerukan agar pejabat Indonesia mengambil sikap tegas dalam mengutuk agresi dan kejahatan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel.



