Puluhan Jamaah Laporkan Dugaan Penipuan Umrah Mandiri, 11 Influencer Ikut Dilaporkan, Kerugian Ditaksir Hampir Rp700 Juta  

Foto: HIMPUH

JAKARTA, AKSIKATA.COM – Puluhan calon jamaah umrah melaporkan dugaan penipuan perjalanan umrah mandiri ke Polda Metro Jaya. Tidak hanya pihak penyelenggara, sebanyak 11 influencer yang diduga turut mempromosikan program tersebut juga ikut dilaporkan. Kerugian jamaah ditaksir mencapai hampir Rp700 juta setelah keberangkatan yang dijanjikan pada akhir Desember 2025 batal terlaksana.

Kasus ini mencuat setelah para korban menyetorkan biaya perjalanan sebesar Rp31 juta per orang kepada pihak penyelenggara yang mengklaim menyediakan layanan umrah mandiri.

Namun, hingga waktu keberangkatan, tidak ada kepastian tiket maupun akomodasi. Pembatalan dilakukan secara mendadak, membuat jamaah kecewa dan merasa dirugikan.

Kuasa hukum jamaah, Dr. Firman Chandra, menegaskan bahwa laporan tidak hanya ditujukan kepada pihak penyelenggara, tetapi juga kepada 11 influencer yang dianggap ikut mempromosikan program tersebut.

“Para influencer ini turut menyebarkan informasi dan mengajak masyarakat untuk ikut serta. Kami menilai mereka memiliki tanggung jawab moral atas kerugian yang dialami jamaah,” ujarnya.

Salah satu pelapor, Heri, menyebut dirinya mengalami kerugian langsung sebesar Rp62 juta untuk dua orang jamaah. “Kami sudah membayar penuh, tapi tidak ada kejelasan keberangkatan. Sampai sekarang uang kami belum dikembalikan,” ungkapnya.

Polda Metro Jaya kini tengah mendalami laporan tersebut. Polisi menegaskan akan menindak tegas praktik perjalanan umrah ilegal yang tidak memiliki izin resmi Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dari Kementerian Agama.

Adapun sebanyak 11 influencer dan selebgram diduga terlibat dalam promosi program umrah mandiri ilegal ini. Mereka aktif mengunggah konten promosi di media sosial, mengajak pengikutnya untuk mendaftar, dan memberikan testimoni palsu mengenai keberangkatan.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa keterlibatan influencer akan ditelusuri lebih lanjut, termasuk apakah mereka menerima keuntungan finansial dari promosi tersebut atau hanya terlibat sebagai bagian dari kampanye pemasaran. Nama-nama influencer belum dipublikasikan secara resmi oleh pihak kepolisian, namun penyidik memastikan seluruh akun yang terlibat akan diperiksa.