Abpednas -Jaksa Agung, Mendagri,Kapolri dan Mendes Perkuat Fungsi Pengawasan Desa

TANGERANG, AKSI KATA. COM – Rangkaian acara Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (Abpednas) mencapai klimaksnya
hari ini, Minggu, (14/12) dengan dilaksanakannya Pengukuhan
 Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Abpednas Indonesia masa Bakti 2025-2031.

Peristiwa penting ini menjadi momentum penegasan komitmen Abpednas dalam memperkuat pengawasan tata kelola pemerintahan
desa sinergitas dengan Kejaksaan Agung RI, Kemendagri, Kemendes, TNI dan Polri.

Suasana semarak RAPIMNAS dibuka dengan pantun yang disampaikan oleh Sekretaris
Jenderal DPP Abpednas Aditya Yusma, mencerminkan semangat kolaborasi para
pimpinan nasional:

Pengukuhan yang berlangsung di Grand
Anara Hotel, Terminal 3 Domestik Bandara Soekarno
Hatta, ini dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian.

Acara ini menegaskan struktur strategis baru
Abpednas dengan tokoh-tokoh kunci negara
yang memegang jabatan dewan, menjadikan Abpednas sebagai wadah sinergi.
Posisi para pejabat negara tersebut
di Abpednas adalah; Jaksa Agung , ST Burhanuddin, sebagai Ketua Dewan Pembina, Mendagri Tito
Karnavian sebagai Ketua Dewan Pakar, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, M.Si sebagai Ketua Dewan Penasihat, dan JAM Intel Prof. Reda Manthovani sebagai Ketua Dewan Pengawas.

Jaksa Agung ST Burhanuddin menegaskan, penguatan desa harus sejalan dengan
integritas, menjadikan BPD garda terdepan dalam pengawasa tata kelola pemerintahan desa yang transparan.
Sementara Mendagri Tito Karnavian menekankan pentingnya peran BPD dalam
menjaga demokrasi dan akuntabilitas desa.

Turut hadir pula Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, H. Yandri Susanto, S.Pt., M.Si., yang menyorotu peran Abpednas dalam mendorong kebangkitan ekonomi desa.

Ditemui usai acara, Sekjen DPP Abpednas , Aditya Yusma, memberikan pandangannya pterkait susunan dewan baru:

“Kehadiran Bapak Jaksa Agung sebagai Pembina, Bapak Mendagri sebagai Pakar, dan Bapak Kapolri sebagai Penasihat, Bapak JAM Intel sebagai Pengawas, adalah sinyal kuat dari negara bahwa BPD didukung
penuh. Ini adalah fondasi sinergisitas lintas lembaga untuk mempercepat peningkatan kapasitas BPD
dan memastikan setiap rupiah dana desa dikawal secara profesional dan
berintegritas. Kami siap menindaklanjuti arahan semua dewan untuk memperkuat legislasi desa.
Kami meyakini Sehatnya Jiwa Sehatlah Badan, Sehatkan Desa, Sehatlah Bangsa Indonesia” ujar Aditya Yusma,

Sebagai langkah nyata dalam edukasi publik,penyanyi Charlie Vanhoutten ditetapkan sebagai Duta Jaksa Jaga Desa, bertugas
menyiarkan pesan akuntabilitas dana desa ke
berbagai pelosok.