JAKARTA, AKSIKATA.COM – Susi Pudjiastuti, pemilik PT ASI Pujiastuti Aviation atau Susi Air kecewa usai diusir paksa dari Bandara Kolonel RA Bessing Malinau Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara.
Menteri Kelautan dan Perikanan RI 2014-2019 itu pun melayangkan protes kepada Satpol PP yang mengeluarkan secara paksa sejumlah pesawat Susi Air di Hanggar Malinau, Kalimantan Utara, Rabu (2/2/2022).
Video pengeluaran paksa sejumlah pesawat dari hanggar ini dibagikan oleh Susi Pudjiastuti di akun Twitter resminya, Rabu (2/2/2022).
“Seringkali ada kejutan dlm hari-hari kita .. Kejutan hari ini, sy dapat video dari anak saya ttg pesawat Susi Air dikeluarkan paksa oleh sekumpulan Satpol PP dari Hanggar Malinau setelah kita sewa selama 10 tahun ini untuk melayani penerbangan di wilayah Kaltara ..,” demikian tulis Susi dalam akun @susipudjiastuti menyertai video itu.
Susi menuturkan sudah menyewa hanggar di bandara berkode LNU tersebut selama 10 tahun. Adapun, maskapai melayani rute penerbangan reguler dan perintis untuk Kalimantan Utara dan wilayah pedalaman.
Pihaknya juga telah mengajukan perpanjangan kontrak sewa sejak November 2021. Perpanjangan dilakukan karena masih ada pesawat yang belum selesai proses perawatan (maintenance) dalam waktu dekat.
Susi Air juga telah meminta perpanjangan selama 6 bulan atau minimal 3 bulan ke depan. Namun permohonan itu belum dikabulkan.
Susi menuturkan pesawat yang masih ada di hanggar antara lain Pilatus Porter PK-VVW, Cessna Grand Caravan C200B PK-BVR dan Air Tractor AT-802 PK-VVY.
Kuasa .. wewenang .. begitu hebatnya .. Apa yang kau lakukan 10 tahun terbang & melayani wilayah Kaltara yang sulit dijangkau, ternyata … pic.twitter.com/hWbK4T6Kns
— Susi Pudjiastuti (@susipudjiastuti) February 2, 2022
Susi pun merasa kekuasaan sangat sewenang-wenang. Sebab pengabdian yang dilakukannya selama satu dekade di Kaltara merasa tak dianggap sama sekali.
“Kuasa .. wewenang .. begitu hebatnya .. Apa yang kau lakukan 10 tahun terbang & melayani wilayah Kaltara yang sulit dijangkau, ternyata,” tulis Susi lagi.
Padahal apa yang dilakukan Susi Air selama ini, kata dia, adalah untuk melayani wilayah Kaltara yang susah dijangkau dengan hanya mengandalkan darat.




