Beragam Pesan Moral Di Kampung Siaga Covid-19

Tri, petugas kesehatan disalah satu rumah sakit di kawasan Bekasi, Jawa Barat, melintas di depan mural ucapan terima kasih kepada tenaga medis di Kampung Siaga Covid-19, RW 022, Rawa Pasung, Kota Baru, Bekasi Barat, Jawa Barat, Indonesia, Minggu (26/7/2020). (Foto-foto : Kuncoro Widyo Rumpoko).

BEKASI, AKSIKATA-Berbagai cara untuk mencegah penyebaran Covid-19 antar warga disekitar lingkungan tempat tinggal dilakukan, dikarenakan penularan wabah virus corona masih saja terus bertambah dan rentan disekitar lingkungan rumah. Khususnya di kawasan lingkungan hunian padat penduduk.

Dengan adanya Kampung Siaga Covid-19, diharapkan adanya pembatasan ketat antar warga. Seperti yang dilakukan oleh warga RW 022, Rawa Pasung, Kota Baru, Bekasi Barat, Jawa Barat.

“Dengan konsep silaturahmi antar warga disekitar lingkungan, warga sekitar kampung kami akan tetap sehat, selamat dan terbebas dari virus corona,” ujar Soleh Bin Haji Saiyi, Ketua RW 022 di Kampung Siaga, Rawa Pasung, Kelurahan Kota Baru, Bekasi Barat, Minggu (26/7/2020).

Warga yang ada di lingkungan kampung pun terlihat mengenakan masker saat berada di luar rumah. Warga dari luar kampung yang tidak pakai masker tidak bisa masuk ke lingkungan Rukun Warga 022.

Seperti terlihat saat ada salah satu warga yang mengadakan acara pernikahan, protokol kesehatan tetap dilakukan secara ketat agar acara pernikahan tetap berjalan lancar dengan aman dan sehat bagi warga sekitar.

Di beberapa tempat ada papan pengingat yang bertuliskan wajib memakai masker, beragam mural berisi pesan kepatuhan terhadap protokol kesehatan menghiasi gang sempit di kawasan hunian padat ini.

Warga juga diharuskan rajin untuk cuci tangan di lingkungan kampung. Di beberapa tempat kampung ini pun disediakan tempat cuci tangan.

Ada juga ruang isolasi khusus yang disiapkan untuk tempat tinggal sementara jika ada warga yang baru pulang dari luar daerah, atau yang diduga ada keluhan gejala sakit covid-19.

Hasil panen dari budaya tanaman hidroponik dan memelihara ikan lele warga sekitar, selain menjadi hiasan, bisa digunakan juga untuk memenuhi kebutuhan pangan sayur mayur warga sehari-hari.

Paket bahan sembako, salah satunya dari hasil urunan jumputan beras dari warga minimal 1 sendok beras yang dimasukan kedalam botol jumputan yang digantungkan ditiap pintu rumah warga, juga disediakan gratis bagi warga yang membutuhkan dan terdampak Covid-19.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *