Santap Bersama Kuah Beulangong di Khanduri Adat Laot

Tak lengkap rasanya gelaran Kanduri Adat Laot tanpa "kuah beulangong" (gulai kari) dari hewan kerbau yang disembelih. (Foto-foto: Kuncoro Widyo Rumpoko)

ACEH, AKSIKATA.COM – Khanduri Adat Laot (kenduri adat laut) bagi masyarakat nelayan di pesisir laut Aceh, adalah ungkapan  rasa syukur para nelayan kepada sang pencipta dan juga lingkungan sekitarnya dalam menjaga kelestarian lingkungan setempat.

‌Khanduri Adat Laot merupakan upacara menjelang musim timur atau ketika musim barat akan berakhir, yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya oleh para ratusan nelayan setempat secara sederhana, disetiap desa pantai yang merupakan wilayah Panglima Laot, baik di lhok (teluk) maupun di kabupaten, dengan menyantuni anak yatim dan makan bersama di pinggir pantai.

Tak lengkap rasanya gelaran Kanduri Adat Laot tanpa  “kuah beulangong” (gulai kari) dari hewan kerbau yang disembelih. Kerbau ini berasal  dari uang sumbangan para nelayan dan berbagai perusahaan yang ada d isekitar warga setempat. Setelah dimasak, kuah beulangong dimakan secara bersama-sama sebagai wujud kebersamaan.

Demikian sepintas cerita masyarakat nelayan pesisir laut saat melaksanakan tradisi Khanduri Adat Laot Lhok Krueng Raba di pemukiman Lhoknga, Aceh Besar, beberapa waktu lalu, seperti disaksikan oleh fotografer AKSI KATA, Kuncoro Widyo Rumpoko.

3 Comments on “Santap Bersama Kuah Beulangong di Khanduri Adat Laot”

  1. The content of this blog site is simply extraordinary! Reading this write-up was vital for me as it gave valuable insights and in-depth details on the subject. I was impressed by the top quality of the writing and the level of study included. The author did an impressive task in offering the info plainly and engagingly. Congratulations to the writer for creating such a well-written and interesting blog. I can’t wait to review even more articles here!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *