Universitas BSI Latih Pemandu Museum Tanah dan Pertanian Tingkatkan Public Speaking

BOGOR, AKSIKATA.COM — Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Komunikasi dan Bahasa, Universitas Bina Sarana Informatika (BSI) menggelar pelatihan Public Speaking dalam Pelayanan Prima bagi staf pemandu Museum Tanah dan Pertanian, Sabtu (25/4). Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang bertujuan meningkatkan keterampilan komunikasi para pemandu dalam menyampaikan informasi edukatif kepada pengunjung.  

Pelatihan yang diketuai Murtiadi menghadirkan Yulianti Fajar Wulandari sebagai tutor utama, serta didukung empat dosen dan dua mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas BSI. Sebanyak 20 staf pemandu museum mengikuti sesi yang menitikberatkan pada penguasaan materi, pengelolaan vokal, bahasa tubuh, dan strategi interaksi efektif dengan audiens. Peserta juga berkesempatan melakukan praktik langsung sesuai konteks pemanduan museum.

Murtiadi menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kualitas layanan publik di sektor edukasi dan budaya. “Kami berharap para pemandu museum semakin percaya diri, komunikatif, dan mampu menyampaikan informasi secara menarik serta mudah dipahami,” ujarnya.

Kepala Program Studi Ilmu Komunikasi, Intan Leliana, menambahkan bahwa kompetensi komunikasi adalah kunci profesionalitas sumber daya manusia di bidang layanan publik. “Public speaking bukan sekadar berbicara, tetapi juga membangun koneksi dengan audiens. Ini bagian dari komitmen kami dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi,” tuturnya.

Apresiasi datang dari Kepala Museum Tanah dan Pertanian, Anes Nasrullah, yang menilai pelatihan ini relevan dengan kebutuhan lapangan. “Pemandu museum adalah ujung tombak penyampaian nilai edukasi. Dengan peningkatan kapasitas komunikasi, kualitas layanan museum akan semakin baik,” katanya.

Melalui kegiatan ini, Universitas BSI menegaskan komitmennya menjalin sinergi dengan institusi publik, sekaligus memberikan manfaat nyata dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya di bidang komunikasi dan pelayanan edukatif.