BEKASI, AKSIKATA.COM– Dalam upaya mempercepat transformasi digital di tingkat perangkat lingkungan, tim dosen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat pada Sabtu, 11 April 2026. Kegiatan yang berlokasi di lingkungan Perumahan Pondok Timur Indah RT 015/017 , Kelurahan Jatimulya, Kabupaten Bekasi ini mengangkat tema “Pemanfaatan Google Form untuk Pendataan di Lingkungan PKK Cendana”. Tim dosen yang terlibat dalam pengabdian ini terdiri dari Sinta Rukiastiandari, Kurniawan Prambudi Utomo, Herryansyah, dan Luthfia Rohimah, yang secara kolaboratif membimbing para ibu kader PKK agar lebih cakap dalam mengelola data secara digital.
Pelatihan ini difokuskan pada pengalihan sistem pendataan warga yang selama ini masih bersifat manual menggunakan kertas ke sistem daring yang lebih efisien. Para peserta diajarkan mulai dari cara pembuatan formulir digital, teknik penyebaran tautan, hingga cara mengolah hasil data yang masuk secara otomatis menjadi laporan yang rapi. Langkah ini dinilai sangat krusial mengingat tingginya mobilitas dan kebutuhan data yang cepat di tingkat kelurahan, khususnya bagi kader PKK yang sering bersentuhan langsung dengan pendataan warga.
Ketua RW 017, M. Zaini, menyambut positif inisiatif dari para akademisi UBSI tersebut karena menurutnya pemanfaatan teknologi sudah menjadi kebutuhan mendesak bagi pengurus lingkungan. Beliau menegaskan bahwa dengan adanya sistem pendataan digital seperti Google Form, koordinasi antara RT, RW, dan warga akan jauh lebih transparan serta akurat karena risiko kehilangan data fisik atau kesalahan rekapitulasi dapat diminimalisir sedini mungkin demi pelayanan masyarakat yang lebih baik.
Senada dengan hal tersebut, Ketua PKK Cendana, Elis Maryam, mengungkapkan bahwa pelatihan ini sangat membantu meringankan tugas para kader di lapangan. Beliau menyatakan bahwa selama ini proses pengumpulan data warga untuk berbagai keperluan seringkali memakan waktu lama dan melelahkan, namun dengan teknologi ini para ibu PKK kini dapat mengumpulkan informasi hanya melalui ponsel pintar, sehingga waktu yang ada bisa dialokasikan untuk kegiatan pemberdayaan warga lainnya yang tidak kalah penting.
Kurniawan Pambudi Utomo, narasumber dalam kegiatan ini menekankan bahwa teknologi Google Form hanyalah sebuah alat, namun esensi utamanya adalah kemauan untuk beradaptasi dengan perubahan zaman demi efektivitas kerja organisasi. Kemudahan akses dan fitur yang gratis menjadikan platform ini solusi paling logis bagi organisasi tingkat akar rumput seperti PKK untuk memulai langkah digitalisasi tanpa harus terbentur kendala biaya. “Dengan penguasaan alat digital ini, para kader diharapkan tidak lagi merasa cemas dengan tumpukan dokumen fisik, melainkan lebih fokus pada validasi dan analisis data yang dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan dalam program-program kemasyarakatan di masa depan,” katanya.
Sinta Rukiastiandari selaku ketua tim pelaksana menyampaikan harapannya agar ilmu yang dibagikan tidak berhenti hanya pada saat pelatihan saja. Dia berharap para kader PKK Cendana RT 015/017 dapat secara konsisten mengimplementasikan penggunaan Google Form dalam setiap kegiatan pendataan ke depan, sehingga tercipta sebuah ekosistem administrasi yang modern, rapi, dan berkelanjutan di wilayah Jatimulya. “Melalui kemandirian digital ini, diharapkan PKK Cendana dapat menjadi percontohan bagi lingkungan lainnya dalam hal pengelolaan data warga yang efektif dan profesional,” pungkas dia.


