JAKARTA, AKSIKATA.COM – Perayaan Tahun Baru Imlek 2026 kembali menghadirkan suasana penuh warna di berbagai penjuru Indonesia. Lampion merah bergantung di jalan-jalan, dentuman petasan terdengar di malam pergantian tahun, dan keluarga Tionghoa berkumpul untuk menyambut datangnya tahun baru dengan penuh harapan.
Imlek, yang dikenal juga sebagai Festival Musim Semi atau Chunjie, bukan sekadar pergantian kalender, melainkan momentum kebersamaan, doa, dan tradisi yang telah diwariskan selama ribuan tahun.
Dalam perayaan Imlek, terdapat tujuh tradisi utama yang selalu dijalankan masyarakat Tionghoa. Pertama, tradisi membersihkan rumah sebelum Imlek, yang diyakini sebagai cara menyapu kesialan dan membuka ruang bagi keberuntungan baru.
Kedua, tradisi makan malam keluarga atau reunion dinner di malam tahun baru, di mana hidangan seperti ikan dan pangsit disajikan sebagai simbol rezeki dan kesatuan. Ketiga, pemberian angpao berwarna merah yang melambangkan doa dan keberuntungan bagi anak-anak maupun orang yang belum menikah.
Keempat, pertunjukan barongsai dan liong yang dipercaya dapat mengusir roh jahat sekaligus membawa semangat baru. Kelima, menyalakan petasan dan kembang api sebagai tanda menghalau energi buruk.
Keenam, tradisi menghias rumah dengan ornamen merah dan simbol keberuntungan. Ketujuh, berkunjung ke keluarga dan kerabat untuk mempererat tali persaudaraan.
Budayawan Tionghoa, Prof. Eddy Santoso, menuturkan bahwa tradisi Imlek bukan hanya ritual, melainkan sarat filosofi kehidupan. “Setiap tradisi memiliki makna mendalam. Misalnya, angpao bukan sekadar uang, tetapi simbol doa agar penerimanya mendapat keberkahan. Begitu juga barongsai, yang bukan hanya hiburan, melainkan simbol keberanian dan semangat mengusir kesialan,” ujarnya.
Sementara itu, di berbagai daerah di Indonesia, perayaan Imlek juga menjadi ajang akulturasi budaya. Di Solo, Jawa Tengah, misalnya, masyarakat menggelar kirab budaya Grebeg Sudiro yang memadukan tradisi Jawa dan Tionghoa. Acara ini menjadi daya tarik wisata sekaligus simbol harmoni antarbudaya.
Imlek 2026 bukan hanya pesta keluarga, tetapi juga perayaan kebersamaan lintas budaya. Tradisi yang dijalankan turun-temurun ini terus hidup, menegaskan bahwa Imlek adalah bagian dari kekayaan budaya Indonesia yang patut dijaga dan dirayakan bersama.


