BEKASI, AKSIKATA.COM — Misteri kematian NHW (33), pegawai ASN dengan status PPPK di Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara (RSPAU), yang ditemukan tewas di rumah kontrakannya di Pondok Gede, Kota Bekasi, awal Februari 2026, mulai terkuak. Polda Metro Jaya memastikan bahwa motif pembunuhan yang dilakukan dua pelaku adalah perampasan barang milik korban.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin, menjelaskan dalam konferensi pers bahwa hasil penyidikan awal menunjukkan motif ekonomi.
“Sementara itu ya, ingin menguasai barang yang dimiliki oleh korban. Itu yang menjadi dasar tindakan pelaku,” ujarnya. Pernyataan ini diperkuat oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, yang menambahkan bahwa motif masih bisa berkembang seiring pendalaman kasus.
Kronologis kejadian bermula pada Rabu (4/2/2026), ketika warga menemukan jasad NHW di rumah kontrakannya di Jalan Setia 2, Jatiwaringin, Pondok Gede. Tubuh korban ditemukan dalam kondisi tertutup selimut dengan aroma menyengat, sehingga menimbulkan kecurigaan.
Polisi kemudian melakukan olah TKP dan berhasil menangkap dua terduga pelaku berinisial AR (28) dan ARS (27). Kedua pelaku diringkus di wilayah Sukabumi dan Cianjur Jawa Barat beberapa hari setelah penemuan jasad.
Kombes Pol Iman Imanuddin, menjelaskan bahwa penangkapan dilakukan setelah tim penyidik menelusuri jejak barang-barang korban yang hilang. “Kedua pelaku berhasil kami amankan. Dari hasil pemeriksaan sementara, motifnya adalah ingin menguasai barang milik korban. Namun kami masih mendalami kemungkinan motif lain,” ujarnya.
Kombes Pol Budi Hermanto menambahkan bahwa pelaku baru mengenal korban sekitar satu bulan sebelum kejadian. “Kedua pelaku diketahui mengenal korban dalam waktu singkat. Mereka kemudian merencanakan aksi untuk merampas harta korban. Saat ini keduanya sudah ditahan dan akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” katanya.
Kasus ini sempat menimbulkan keresahan di masyarakat karena korban dikenal sebagai pegawai rumah sakit yang ramah dan tidak memiliki masalah dengan lingkungan sekitar. Penetapan motif perampasan barang menjadi jawaban atas teka-teki yang berkembang, sekaligus menegaskan bahwa faktor ekonomi masih menjadi salah satu pemicu utama tindak kriminal.
Polda Metro Jaya memastikan akan terus mendalami kasus ini, termasuk menelusuri kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain. “Kami akan mengembangkan penyidikan lebih lanjut untuk memastikan tidak ada pelaku lain yang terlibat,” tegas Kombes Iman.




