KARAWANG, AKSIKATA.COM – Pemerintah Kabupaten Karawang resmi menetapkan empat objek bersejarah sebagai Cagar Budaya Peringkat Kabupaten. Penetapan ini menegaskan komitmen daerah dalam melestarikan warisan sejarah sekaligus memperkuat identitas budaya lokal.
Penetapan ini dilakukan pada November 2025 dan diumumkan kembali dalam momentum awal 2026, mencakup Gedung Juang bergaya Indische, Tugu Kebulatan Tekad Rengasdengklok, Situs Arkeologi Lemah Duhur Wadon (Candi Cibuaya II), serta benda bersejarah Hio-Lo Klenteng Tanjungpura.
Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Karawang, Dharma Gaotama, menjelaskan bahwa penetapan ini terdiri atas satu bangunan cagar budaya, dua struktur cagar budaya, dan satu benda cagar budaya. “Setiap objek memiliki nilai historis yang berbeda. Gedung Juang misalnya, menjadi saksi perjuangan rakyat Karawang, sementara Situs Lemah Duhur Wadon menunjukkan jejak peradaban klasik di pesisir utara Jawa Barat,” ungkapnya.
Wakil Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, menambahkan bahwa langkah ini bukan hanya untuk melindungi benda bersejarah, tetapi juga untuk mengembangkan potensi edukasi dan pariwisata berbasis budaya.
“Dengan penetapan ini, generasi muda bisa belajar langsung dari jejak sejarah, sekaligus menjadikan Karawang sebagai destinasi wisata budaya yang berdaya tarik tinggi,” ujarnya.
Gedung Juang, yang dibangun dengan arsitektur Indische, menjadi simbol perjuangan rakyat Karawang melawan kolonialisme. Tugu Kebulatan Tekad Rengasdengklok mengingatkan pada peristiwa penting menjelang proklamasi kemerdekaan.
Sementara itu, Situs Lemah Duhur Wadon memperlihatkan peninggalan arkeologi klasik yang memperkaya narasi sejarah Karawang. Adapun Hio-Lo Klenteng Tanjungpura mencerminkan keberagaman budaya dan spiritualitas masyarakat setempat.
Dengan penetapan ini, Karawang menegaskan posisinya sebagai daerah yang tidak hanya dikenal dengan industri, tetapi juga memiliki akar sejarah dan budaya yang kuat.
Pemerintah daerah berharap, keberadaan cagar budaya ini dapat menjadi sarana edukasi, memperkuat identitas lokal, sekaligus mendorong pariwisata berkelanjutan.




