Tangerang Ngebesan 2026: Merajut Kebersamaan di HUT ke-33 Kota Tangerang

Doto:istimewa

KOTA TANGERANG —Perayaan HUT ke-33 Kota Tangerang tahun ini menghadirkan nuansa berbeda melalui Tangerang Ngebesan 2026, resepsi pernikahan massal yang menyatukan 106 pasangan dalam balutan adat Betawi penuh makna.

Plaza Pusat Pemerintahan Kota Tangerang dipenuhi suasana meriah pada Kamis (12/2/2026), ketika 106 pasangan pengantin mengikuti prosesi Tangerang Ngebesan 2026. Acara ini bukan sekadar resepsi massal, melainkan momentum kebersamaan yang memperkuat identitas budaya Betawi sekaligus merayakan keberagaman. Dari jumlah tersebut, 97 pasangan muslim dan 9 pasangan non-muslim berdiri berdampingan dalam prosesi adat yang sarat simbol persatuan.

Sejak pagi, suasana semarak dengan iring-iringan rombongan pengantin pria dan wanita yang bertemu dalam prosesi adat ngebesan. Tradisi khas Betawi seperti Palang Pintu, yang menampilkan silat dan adu pantun, menjadi daya tarik utama. Selain itu, panggung budaya juga diwarnai dengan gambang kromong, papan janur, serta dekorasi khas hajatan Betawi yang menghadirkan nuansa otentik di tengah perayaan modern.

Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, menegaskan bahwa acara ini adalah simbol nyata persatuan. “Tangerang Ngebesan bukan hanya tentang pernikahan, tetapi juga tentang merawat budaya Betawi dan memperkuat kebersamaan. Kota ini adalah rumah bagi semua golongan,” ujarnya.

Salah satu pengantin, Rina (28), mengaku bangga bisa menjadi bagian dari acara bersejarah ini. “Kami merasa istimewa karena pernikahan kami dirayakan bersama dengan nuansa adat Betawi. Ini pengalaman yang akan kami kenang seumur hidup,” katanya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang Boyke Urip Hermawan mengatakan, Tangerang Ngebesan merupakan upaya pelestarian tradisi budaya Betawi Tangerang yang dikemas seiring perkembangan masyarakat yang semakin heterogen.

“Tangerang Ngebesan adalah tradisi turun-temurun yang kita lestarikan. Rangkaian mulai dari rombongan pengantin pria yang dipimpin Wakil Wali Kota, penyerahan roti buaya kepada Wali Kota sebagai simbol pihak pengantin wanita, atraksi palang pintu, pantun, hingga hiburan gambang kromong dan tehyan,” jelas Boyke.

“Kami ingin menghadirkan resepsi rakyat yang layak, agar masyarakat tidak perlu lagi memikirkan biaya tenda, katering, panggung,” tambahnya.

Dengan prosesi adat yang penuh warna, Tangerang Ngebesan 2026 berhasil menghadirkan perayaan HUT ke-33 Kota Tangerang yang berbeda: bukan sekadar pesta, melainkan panggung cinta, budaya, dan persatuan.