Diklat Petugas Haji 2026 Ditutup, 1.622 Petugas Siap Layani 221 Ribu Jemaah

Foto : sinpo

JAKARTA, AKSIKATA.COM  – Penutupan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Petugas Haji 2026 resmi digelar di Lapangan Galaxy, Markas Komando Daerah Angkatan Udara I, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, pada Jumat (30/1/2026). Sebanyak 1.622 petugas haji dikukuhkan untuk melayani 221.000 jemaah Indonesia, dengan pesan kuat dari pemerintah agar mereka menjaga profesionalisme, disiplin, dan wibawa bangsa di Tanah Suci.

Rangkaian  diklat Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi tahun 2026 ditutup secara resmi oleh Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf.  Acara ini menandai berakhirnya masa pembekalan intensif selama 20 hari yang diikuti oleh 1.622 petugas haji Indonesia.

Dalam sambutannya, Irfan Yusuf menegaskan bahwa para petugas haji merupakan wajah negara di hadapan jemaah maupun dunia internasional. “Saudara-saudara adalah representasi bangsa. Kehadiran saudara tidak hanya dilihat dari pekerjaan yang dilakukan, tetapi juga dari sikap, etika, dan disiplin yang ditunjukkan. Disiplin adalah kunci utama dalam menjaga kualitas pelayanan sekaligus kehormatan bangsa Indonesia di Tanah Suci,” ujarnya.

Presiden Prabowo Subianto juga menitipkan pesan khusus yang dibacakan oleh Irfan Yusuf dalam upacara tersebut. “Penyelenggaraan ibadah haji adalah amanah besar negara yang menyangkut kehormatan bangsa dan wibawa Indonesia di hadapan dunia internasional. Saya berharap seluruh petugas mampu menjaga nama baik Indonesia dengan pelayanan yang profesional dan penuh tanggung jawab,” kata Prabowo dalam sambutan tertulisnya.

Diklat yang digelar sejak 10 Januari hingga 30 Januari 2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, membekali para petugas dengan keterampilan di berbagai bidang layanan krusial. Materi meliputi transportasi, akomodasi, konsumsi, perlindungan jemaah, layanan disabilitas dan lansia, media center, kesehatan, serta bimbingan ibadah. Dengan pola semi-militer, pelatihan ini dirancang untuk memperkuat kesiapan fisik, mental, dan kedisiplinan petugas agar mampu menghadapi tantangan di lapangan.

Penutupan diklat ini menjadi momentum penting bagi Indonesia sebagai negara dengan kuota haji terbesar di dunia. Dengan jumlah jemaah mencapai 221.000 orang, kualitas pelayanan yang diberikan oleh petugas haji akan sangat menentukan kelancaran ibadah. “Kami berharap seluruh petugas dapat menjalankan amanah ini dengan penuh dedikasi, karena setiap tindakan saudara akan menjadi cerminan wajah bangsa,” tambah Irfan Yusuf.