Aesthetic Ingin Terkenal dengan Non Stop 12 Jam

CIKARANG AKSI KATA. COM – Semangat ketika diminta foto bersama oleh para penggemarnya, ternyata melahirkan asupan power baru untuk grup band asal Cikarang, Jawa Barat ini untuk lebih eksis lagi di blantika musik Indonesia.
Adalah Vocal: Muhammad Rafie Muzaki, Gitar: Naufal Tala Musthofa
Gitar: Juan Fernanda, Bass: Elbert Suhut, Drum: Khairul Kusuma sepakat melahirkan bendera musik bernama Aesthetic.
“Tanpa bermaksud menyombongkan diri, dan bahkan dengan rendah hatii, kami pernah punya pengalaman haru ketika kami diminta penggemar kami untuk foto bersama, dan itu kejadiannya mereka sampai antre agar bisa berfoto bersama dengan kami,” ujar Rafie mewakili.
Nah, dari situlah, Aesthetic merasa bahwa musiknya bisa diterima ditelinga pecinta pop di Indonesia. Bahkan menurut vokalis yang lahir dari pasangan Danil Imam Anshori dan Reny Oktavianty ini, Aesthetic terus “menggeber” kegiatan musiknya dengan tingkat keseriusan yang optimal. “Kami pun pernah berkutat meramu lagu sampai non stop 12 jam di studio rekaman,” tambah Rafie.

 

Perjalanan musik Aesthetic dimulai delapan tahun lalu, manggung dari cafe ke cafe sampai ikut fetival band dijalaninya.
“Bahkan ada pengalaman unik, dimana kami pernah ikut lomba atas nama sekolah, dan ketika menang kita diminta pengertiannya untuk berbagi “keuntungan” setelah manggung. “Akhirnya kita kasih, walaupun dengan dongkol memberikannya ke oknum guru tersebut, dari msing-masing personel kita urunan Rp 200 ribu. Ya kita sih lucu aja mendapatkan kenyataan itu. Karena mungkin saat itu cara berpikir kami saat masih remaja,” jelas Rafie.
Sampai kini Aesthetic masih solid dan mereka masih terus berkembang, dan Aesthetic sedang serius mempromosikan singlenya yang bertitel Sisa Suara. Juga lagu-lagunya “memang disetting untuk” tampil di panggung, pun untuk dunia sinetron.
Aesthetic tidak ingin terlalu muluk-muluk, tapi Jawa Bali adalah target promosinya.


Dalam bedah musiknya “terlihat” ketika Aesthetic menulis sisa kenangannya di masa sekolah lewat tembang Lakara yang sengaja disuguhkan untuk penggemarnya. Dan dalam pakemnya ke warna pop.
Sementara rencananya dalam waktu dekat Aesthetic sedang mencari momentum untuk mencipta lagu-lagu reliji. “Tetap kami push, walaupun dengan keterbatasan dengan waktu,” tambahnya.