JAKARTA, AKSIKATA.COM — Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) melalui Program Studi Ilmu Komunikasi menggelar Pameran Fotografi CommArt Expo 2026 bertema “Where Communication, Meets Memories” pada Sabtu, 17 Januari 2026 di Soka Gakkai Indonesia.
Pameran ini merupakan karya mahasiswa semester 1 Ilmu Komunikasi UBSI dari lima kampus cabang, yaitu Ciledug, Cimone, BSD, Slipi, dan Cengkareng dan berkolaborasi dengan Soka Gakkai. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran Mata Kuliah Fotografi yang menekankan praktik langsung dan pengalaman pameran profesional.

CommArt Expo 2026 menampilkan karya fotografi jurnalistik dan foto cerita yang mengangkat berbagai momen komunikasi dan nilai kemanusiaan. Mahasiswa tidak hanya berperan sebagai fotografer, tetapi juga terlibat dalam proses perencanaan, kurasi, hingga pelaksanaan pameran.
Pameran ini terbuka untuk mahasiswa dan masyarakat umum, dihadiri lebih dari 350 pengunjung. Selain pameran, rangkaian acara juga mencakup sesi materi fotografi dan diskusi karya.
Sebagai bagian dari upaya penguatan pembelajaran berbasis praktik, pelaksanaan CommArt Expo 2026 juga mendapat apresiasi dari pihak kampus. Kegiatan ini dinilai tidak hanya menjadi ruang pamer karya, tetapi juga sarana pembentukan pengalaman profesional bagi mahasiswa.
Agung Raharjo, S.I.Kom., M.M., M.I.Kom., selaku Dosen Fotografi menyampaikan harapannya agar pameran ini mampu mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan kemampuan di bidang fotografi.
“Harapan saya Mahasiswa dan mahasiswi Universitas BSI bisa menjadi fotografer profesional, event pameran kampus sudah sangat jarang dilakukan di berbagai kampus di indonesia, maka saya sangat apresiasi serta bangga kepada seluruh team panitia dapat menyelenggarakan event expo pameran ini dengan baik, tahun depan harus ada lagi dan menjadi agenda rutinitas external mahasiswa UBSI,” ujar Agung.
Dalam rangkaian kegiatan CommArt Expo 2026, sesi Bincang Santai menjadi ruang diskusi yang menyoroti cara memandang fotografi secara lebih dekat dan membumi. Fotografi tidak hanya soal teknik, tetapi juga tentang bagaimana sebuah karya mampu menyampaikan cerita dan karakter pembuatnya.
Narasumber Djuanda Azari menekankan bahwa di tengah kemudahan akses informasi dan perkembangan teknologi saat ini, fotografer muda dituntut untuk memiliki ciri khas yang membedakan karyanya dari yang lain.
“Satu yang saya tekanin ya, karena informasi gampang, foto orang bagus bagus, kita harus punya style sendiri. biarpun teknis semua jago-jago anak-anak sekarang komposisi apalah segala macem, kita harus punya style,” ujar Djuanda Azari.
Sementara itu, Nur Azizah, Ketua Pelaksana CommArt Expo 2026 menyebutkan melalui kolaborasi dengan Soka Gakkai, pihaknya ingin menghadirkan ruang belajar yang tidak hanya akademik, tetapi juga bernilai kemanusiaan.
Kolaborasi UBSI dan Soka Gakkai Indonesia diharapkan dapat memperluas makna pameran fotografi sebagai sarana edukatif, reflektif, dan komunikatif. Kegiatan ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap pengembangan kreativitas generasi muda serta penguatan literasi visual di lingkungan akademik dan masyarakat umum.


