JAKARTA, AKSIKATA.COM – Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia untuk memperkuat riset dan inovasi yang berorientasi pada pembangunan industri nasional. Hal ini disampaikan dalam Taklimat Presiden Republik Indonesia bersama para rektor dan pimpinan perguruan tinggi negeri maupun swasta di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis, 15 Januari 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menekankan bahwa riset kampus tidak boleh berhenti pada publikasi akademik semata, melainkan harus menjadi fondasi bagi hilirisasi sumber daya alam dan pengembangan industri strategis. “Kita tidak bisa lagi hanya menjadi pengekspor bahan mentah. Perguruan tinggi harus menjadi pusat inovasi yang menghasilkan teknologi dan produk bernilai tambah tinggi,” ujar Presiden.
Pemerintah juga mengumumkan penambahan dana riset untuk perguruan tinggi dari Rp 8 triliun menjadi Rp 12 triliun per tahun. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas riset kampus agar lebih relevan dengan kebutuhan industri nasional. “Dana riset yang sebelumnya hanya 0,34 persen dari APBN kini ditingkatkan. Presiden ingin agar riset kampus benar-benar menjadi mesin penggerak pembangunan,” kata Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.
Prabowo menegaskan bahwa riset kampus harus diarahkan pada proyek strategis, termasuk hilirisasi mineral, swasembada pangan, serta pengembangan energi terbarukan. Ia menilai perguruan tinggi memiliki peran vital dalam mencetak sumber daya manusia unggul sekaligus menghasilkan inovasi yang bisa langsung diimplementasikan oleh industri. “Saya ingin kampus menjadi laboratorium besar bagi bangsa ini, tempat lahirnya solusi nyata untuk kemandirian ekonomi,” tambahnya.
Rektor Universitas Indonesia, yang hadir dalam pertemuan tersebut, menyambut baik kebijakan ini. “Kami melihat penambahan dana riset sebagai peluang besar untuk memperkuat kolaborasi dengan industri. Dengan dukungan pemerintah, riset kampus bisa lebih cepat masuk ke tahap komersialisasi,” ujarnya.
Dengan dorongan ini, pemerintah berharap perguruan tinggi tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga motor penggerak ekonomi nasional melalui riset yang aplikatif dan berorientasi pada hilirisasi.




