Transformasi Peran Orang Tua: Membangun Fondasi Akhlak dan Pancasila dari Lingkungan Keluarga

BEKASI, AKSIKATA.COM – Dalam upaya memperkokoh karakter generasi muda di tengah tantangan zaman, tim pengabdian masyarakat dari Universitas Mitra Bangsa menyelenggarakan sosialisasi edukatif bersama mitra PKK Cendana, Pondok Timur Indah, Jatimulya, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, pada Sabtu, 11 April 2026.

Mengusung tema “Transformasi Peran Orang Tua dalam Penguatan Manajemen Nilai Agama dan Pancasila untuk Mewujudkan Keluarga Berakhlakul Karimah”, kegiatan ini dihadiri oleh puluhan ibu-ibu penggerak PKK yang antusias mendalami cara mengintegrasikan nilai-nilai luhur ke dalam pola asuh sehari-hari.

Kegiatan diawali dengan pemaparan materi yang disampaikan Fahmi Kamal, SE, MM selaku narasumber dari Universitas Mitra Bangsa. Dia menekankan bahwa keluarga adalah madrasah pertama bagi anak. Transformasi peran orang tua tidak lagi sekadar menjadi penyedia kebutuhan materi, melainkan harus beralih menjadi manajer nilai yang mampu menyelaraskan ajaran agama dengan semangat kebangsaan Pancasila. Dalam sesi diskusi, para peserta diajak untuk memahami bahwa etika, toleransi, dan tanggung jawab sosial merupakan wujud nyata dari keluarga yang berakhlakul karimah.

Ketua PKK Cendana, Elis Maryam, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas terselenggaranya acara ini. Menurutnya, materi yang disampaikan sangat relevan dengan kegelisahan para orang tua saat ini dalam membentengi anak-anak dari pengaruh negatif lingkungan luar. “Kami berharap ilmu yang didapat bisa segera dipraktikkan oleh anggota PKK di lingkungan rumah masing-masing agar suasana keluarga menjadi lebih harmonis dan religious,” jelasnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua RW 017 Pondok Timur Indah, Muhammad Zaini, memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif ini. “Penguatan manajemen nilai di tingkat keluarga secara langsung akan berdampak pada ketertiban dan kedamaian di tingkat rukun warga. Jika setiap rumah tangga sudah memiliki pondasi nilai agama dan Pancasila yang kuat, maka terciptanya lingkungan masyarakat yang aman dan beradab bukanlah hal yang mustahil untuk dicapai,” tegasnya.

Fahmi dalam kegiatan ini memberikan penekanan khusus mengenai pentingnya keteladanan dalam proses transformasi tersebut. Beliau menyatakan bahwa orang tua tidak bisa lagi hanya mengandalkan instruksi lisan kepada anak tanpa menunjukkan perilaku yang konsisten, sebab manajemen nilai yang efektif dimulai dari sinkronisasi antara ucapan dan perbuatan orang tua yang mencerminkan kerendahan hati serta kepatuhan terhadap norma.

“Dengan menjadikan nilai agama dan Pancasila sebagai kompas dalam pengambilan keputusan di rumah, orang tua secara otomatis sedang membangun benteng karakter yang akan menjaga anak-anak mereka tetap berada di jalur yang benar meskipun arus perubahan global bergerak begitu cepat,” tandasnya,

Acara ditutup dengan sesi doa bersama dan komitmen dari para pengurus PKK Cendana untuk menjadikan agenda penguatan karakter ini sebagai program berkelanjutan di wilayah Jatimulya.