BEKASI, AKSIKATA.COM – Insiden kebakaran hebat yang melanda Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, kini memasuki tahap penyelidikan mendalam oleh pihak kepolisian.
Peristiwa yang terjadi pada Rabu malam, 1 April 2026, tersebut tidak hanya menghanguskan fasilitas pengisian gas, tetapi juga merembet ke permukiman padat penduduk yang berada tepat di seberang lokasi kejadian.
Berdasarkan data terbaru dari Pemerintah Kota Bekasi dan otoritas terkait, dampak kerusakan mencakup area seluas 2.000 meter persegi dengan kerugian materiil yang ditaksir sangat besar.
Latar belakang peristiwa ini bermula saat SPBE tengah beroperasi normal melakukan pengisian tabung gas pada Rabu malam sekitar pukul 21.00 WIB. Kesaksian warga di sekitar lokasi menyebutkan adanya aroma gas yang sangat menyengat sesaat sebelum api berkobar.
Kronologi kejadian berlanjut dengan terdengarnya dentuman keras menyerupai ledakan bom yang menggetarkan bangunan di radius ratusan meter. Api dengan cepat membubung tinggi ke udara, disertai rentetan ledakan susulan dari tabung-tabung gas yang berada di dalam area instalasi.
Kobaran api yang sangat besar membuat petugas pemadam kebakaran dari Kota dan Kabupaten Bekasi harus berjibaku selama lebih dari enam jam hingga api benar-benar dapat dipadamkan pada Kamis dini hari, 2 April 2026.
Hingga Jumat, 3 April 2026, jumlah korban luka dilaporkan terus bertambah seiring dengan proses pendataan yang masih berjalan. Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro, menyebutkan terdapat sedikitnya 17 orang yang menjadi korban dalam insiden ini.
Para korban terdiri dari karyawan SPBE yang tengah bertugas, warga yang rumahnya terbakar, hingga pengendara yang kebetulan sedang melintas di depan gerbang SPBE saat ledakan terjadi. Kondisi para korban sangat memprihatinkan, di mana mayoritas mengalami luka bakar serius dengan tingkat keparahan mencapai 60 hingga 90 persen.
Saat ini, para korban telah dievakuasi ke sejumlah rumah sakit, termasuk RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid dan RS Cipto Mangunkusumo Jakarta bagi pasien yang membutuhkan penanganan medis intensif di ruang ICU.
Penanganan kepolisian saat ini difokuskan pada olah tempat kejadian perkara (TKP) dengan melibatkan Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri guna memastikan penyebab pasti kebakaran.
Meskipun dugaan awal mengarah pada kebocoran gas saat proses pengisian atau arus pendek listrik, penyidik masih terus mengumpulkan bukti fisik dan memeriksa sejumlah saksi kunci.
Di lokasi kejadian, garis polisi telah dipasang melingkari area SPBE serta 14 rumah warga dan sejumlah kios yang hangus terbakar. Pihak kepolisian juga telah mendirikan posko pengaduan dan bantuan di sekitar lokasi untuk membantu warga terdampak dalam mendata kerugian serta memfasilitasi kebutuhan mendesak selama masa pemulihan pascabencana.




