Empat Prajurit TNI Ditangkap dalam Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

JAKARTA, AKSIKATA.COM – Mabes TNI mengumumkan penangkapan empat prajurit aktif yang diduga sebagai pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Keempatnya, yakni Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BWH, dan Serda ES.

Keempat prajurit ini diamankan oleh Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI setelah hasil investigasi menunjukkan keterlibatan mereka dalam aksi penyerangan. Polisi juga merilis foto dua pelaku eksekutor dari rekaman CCTV, yang memperkuat bukti keterlibatan mereka.

Peristiwa penyerangan terjadi pada Kamis malam, 12 Maret 2024, dan menimbulkan luka serius pada korban.  

Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) TNI, Mayjen Yusri Nuryanto, menyampaikan bahwa keempat prajurit tersebut kini ditahan di Pomdam dan sedang menjalani proses hukum. Berdasarkan rekaman CCTV, dua di antaranya diduga sebagai eksekutor langsung penyiraman, sementara dua lainnya masih didalami perannya.

KontraS menilai serangan ini bukan sekadar tindak kriminal, melainkan ancaman serius terhadap penegakan HAM dan demokrasi. Mereka mendesak agar dalang di balik aksi ini diusut tuntas, bukan hanya pelaku lapangan.

Andrie Yunus, seorang aktivis HAM yang vokal mengkritisi kebijakan aparat, menjadi korban penyiraman air keras saat pulang dari kegiatan advokasi. Peristiwa penyerangan terjadi pada Kamis malam, 12 Maret 2024, dan menimbulkan luka serius pada korban.

Kasus ini memicu kecaman luas dari masyarakat sipil, organisasi HAM, dan akademisi. Banyak pihak menilai serangan tersebut sebagai bentuk intimidasi terhadap gerakan masyarakat sipil yang kritis terhadap kekuasaan.

Penyelidikan intensif dilakukan oleh aparat kepolisian dan TNI, hingga akhirnya identitas pelaku berhasil diungkap. Penangkapan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk membuka tabir siapa dalang sebenarnya di balik serangan tersebut.

Danpuspom TNI Mayjen Yusri Nuryanto, menegaskan bahwa proses hukum terhadap para pelaku sedang berjalan, sementara motif penyerangan masih dalam penyelidikan.