Ditreskrimum Polda Metro Jaya Pastikan Empat Pelaku Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS

Foto: media polri

JAKARTA, AKSIKATA.COM – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya memastikan terdapat empat orang pelaku dalam kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Kepastian ini diperoleh setelah tim penyidik melakukan analisa mendalam terhadap 86 kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di sekitar lokasi kejadian perkara.

Kasus yang sempat menimbulkan keprihatinan publik ini kini memasuki tahap penting dalam proses penyidikan. Polisi menegaskan bahwa identitas para pelaku mulai terkuak dan akan segera ditindaklanjuti dengan langkah hukum.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Hengki Haryadi, menyampaikan, “Dari hasil analisa 86 CCTV di sekitar TKP, kami memastikan ada total empat pelaku yang terlibat dalam aksi penyiraman air keras terhadap saudara Andrie Yunus. Saat ini tim sedang melakukan pendalaman untuk mengungkap identitas dan motif para pelaku.”

Polisi mengungkap empat pelaku yang beraksi menggunakan dua sepeda motor. Mereka diduga membuntuti korban sejak di kantor YLBHI hingga lokasi kejadian di Jalan Salemba I, Jakarta Pusat .  Polisi juga menemukan dua jalur pelarian pelaku setelah insiden.

Ia menambahkan bahwa pihak kepolisian berkomitmen penuh untuk menuntaskan kasus ini secara transparan dan profesional.

Baik, saya ubah kalimatnya dengan gaya berbeda agar lebih naratif dan mengalir:

Peristiwa bermula ketika Andrie Yunus tengah melintas dengan sepeda motor di kawasan Jalan Salemba I. Tanpa diduga, dari arah depan muncul orang tak dikenal yang langsung menyiramkan cairan ke tubuhnya. Serangan mendadak itu membuat Andrie kehilangan kendali hingga terjatuh di lokasi.

Dalam kondisi panik dan kesakitan, Andrie berusaha mencari pertolongan. Ia kemudian meminta bantuan rekannya, RFA (30), yang segera membawanya ke rumah sakit. Korban akhirnya dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSCM untuk mendapatkan penanganan medis intensif.

Akibat serangan tersebut, Andrie mengalami luka serius di bagian tangan kanan dan kiri, wajah, dada, serta mata sebelah kanan. Hingga kini, ia masih menjalani perawatan di RSCM untuk pemulihan kondisi akibat luka yang dialaminya.