JAKARTA, AKSI KATA. COM – Di tengah krisis kepercayaan dan sentimen publik yang kerap diwarnai rasa curiga terhadap institusi penegak hukum, rumah produksi Reborn Initiative bersama sutradara Ody Harahap mengumumkan produksi film layar lebar terbaru berjudul “Meja Tanpa Laci”.
Melalui acara peluncuran proyek ini, film ini memposisikan diri sebagai sebuah sentilan kerasdari masyarakat, sekaligus memotret harapan terdalam kita akan keadilan yang belum terwujud.
“Meja Tanpa Laci” memotret sebuah fenomena sunyi tentang betapa mahalnya menjadi orang jujur di Indonesia saat ini.
Melalui karakter IPTU Dipa (Daffa Wardhana), yang menjadi simbol bahwa kejujuran juga perlu pergerakan.
Diproduseri oleh Deden Ridwan, Reborn Initiative ingin menyuguhi cerita yang nyata dengan kritik yang menyeluruh, terutama untuk para generasi muda yang saat ini sangat kritis dan rasional.
“Film ini akan mengajak penonton untuk melihat bahwa di balik kemarahan dan sikap sinis kita terhadap penegakan hukum, namun di balik itu semua ada harapan besar bagi keadilan bila sistem ini bisa diisi oleh orang-orang yang tegak lurus. Dipa adalah salah satu perwujudan dari harapan yang hampir mustahil itu,” ujar Deden Ridwan.
Dipercayakan sebagai sutradara, Ody Harahap berkolaborasi dengan Joko Nugroho sebagai penulis naskah untuk memotret beratnya beban seragam dalam keadaan sistem birokrasi yang telah terinfeksi oleh korupsi dan nepotisme ke film layar lebar. Ini adalah sebuah “surat cinta” sekaligus dukungan moral bagi para “Dipa” di luar sana, mereka yang masih bertaruh nyawa demi integritas meski tak pernah tersorot kamera.
“Mungkin satu kalimat yang tepat adalah menyatakan bahwa film ini terasa pinggir jurang,dimana kami ingin menggambarkan bahwa tantangan terbesar adalah menghadapi ketidakberdayaan untuk berhadapan dengan birokrasi yang sudah terinfeksi hingga ke akar,”ucap Ody Harahap.
Film ini dibintangi oleh jajaran pemain lintas generasi yang solid yaitu Daffa Wardhana, Arla Ailani, Cut Mini, Roy Marten, serta Surya Saputra.
Reborn Initiative berharap film “Meja Tanpa Laci” dapat memicu polemik cerdas dan diskusi terbuka mengenai integritas penegakan hukum di Indonesia.




