NGADA, NTT, AKSIKATA.COM – Kasus tragis yang menimpa seorang siswa kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), menyisakan perhatian mendalam. Korban berinisial YBR (10) ditemukan meninggal dunia di pohon cengkih pada Selasa (3/2/2026). Saat melakukan evakuasi, aparat kepolisian menemukan sepucuk surat tulisan tangan yang diduga ditulis korban sebelum peristiwa itu terjadi.
Kapolsek Jerebuu, Ipda Yohanes Doi, menjelaskan bahwa surat tersebut kini diamankan sebagai barang bukti. “Kami menemukan sebuah surat tulisan tangan di lokasi kejadian. Surat itu berisi ungkapan perasaan korban. Saat ini kami masih mendalami isi surat tersebut bersama pihak keluarga dan sekolah,” ujarnya kepada wartawan.
Surat yang ditulis di sebuah buku tulis itu memuat kalimat sederhana dengan gaya bahasa anak-anak. Di bagian akhir, terdapat tulisan “molo mama” yang berarti “selamat tinggal mama” dalam bahasa daerah setempat. Surat tersebut juga disertai gambar sederhana seorang anak yang tersenyum.
Kepala Desa Jerebuu, Markus Lasa, menyebut surat itu menjadi bukti bahwa korban mengalami tekanan emosional. “Kami sangat berduka. Surat itu menunjukkan anak ini ingin menyampaikan pesan terakhirnya. Kami berharap orang tua dan guru lebih peka terhadap kondisi psikologis anak-anak,” katanya.
Polisi menegaskan akan terus menyelidiki latar belakang peristiwa ini, termasuk memeriksa saksi-saksi dan mengkaji isi surat secara lebih mendalam. Aparat juga berkoordinasi dengan pihak sekolah dan keluarga untuk memastikan tidak ada faktor lain yang memicu tindakan korban.
Surat tersebut ditulis YBR apabila diterjemahkan ke bahasa Indonesia, berikut adalah isi surat YBR:
Surat buat Mama
Mama saya pergi dulu
Mama relakan saya pergi
Jangan menangis ya Mama
Tidak perlu Mama menangis atau mencari saya
Selamat tinggal Mama
Selamat tinggal Mama




