JAKARTA, AKSI KATA. COM — PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menegaskan komitmen penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) secara konsisten dan terintegrasi di seluruh lini operasional, dalam rangka peringatan Bulan K3 2026 yang mengusung tema “Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 Nasional yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif”.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui rangkaian kegiatan internal yang digelar pada Rabu (21/1) di Kantor Pusat ASDP, Jakarta. Peringatan Bulan K3 dimaknai sebagai momentum penguatan budaya keselamatan yang menjadi fondasi utama penyelenggaraan layanan penyeberangan nasional, seiring fokus perusahaan pada penguatan aspek safety, service, dan security dalam aktivitas layanan dan bisnisnya.
Wakil Direktur Utama ASDP, Yossianis Marciano, menegaskan, tema Bulan K3 tahun ini memiliki relevansi kuat dengan karakter dan tantangan bisnis perusahaan, yang menuntut penerapan standar keselamatan tinggi secara konsisten di seluruh aktivitas operasional.
“Keselamatan harus menjadi prioritas utama dan hadir dalam setiap pelayaran serta pelayanan transportasi penyeberangan. Penguatan aspek keselamatan, kualitas layanan, dan keamanan operasional merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dalam menjaga kepercayaan masyarakat,” ujarnya.
Sebagai operator penyeberangan yang menopang mobilitas masyarakat dan distribusi logistik antardaerah, ASDP meyakini penerapan K3 yang optimal memberikan dampak langsung terhadap keberlangsungan usaha. Penguatan K3, yang didukung layanan prima dan sistem keamanan yang andal, dinilai mampu mencegah kecelakaan kerja dan pelayaran, meningkatkan kualitas layanan, serta memastikan kelancaran dan kenyamanan pengguna jasa.
Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menegaskan bahwa Bulan K3 menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan terhadap norma K3 guna menciptakan lingkungan kerja yang aman, efisien, dan produktif. Penerapan budaya K3 tidak hanya dilakukan di lingkungan ASDP, tetapi juga diperluas ke anak usaha, yakni PT IFPRO dan PT Jembatan Nusantara, melalui implementasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) secara konsisten demi mewujudkan zero accident.
*Zero Accident*
Ia menambahkan, Bulan K3 Nasional 2026 juga menjadi pengingat untuk menjamin perlindungan keselamatan pada setiap kegiatan kerja, termasuk dalam menjawab tantangan pola kerja baru di era ekonomi digital. “Membangun budaya K3 adalah langkah nyata perusahaan untuk menjamin kesehatan, keamanan, dan kenyamanan insan perusahaan. Tujuan akhirnya jelas, zero accident. Kinerja positif perusahaan tidak boleh tergerus oleh risiko kecelakaan kerja yang seharusnya dapat dicegah,” ujarnya.
Sementara itu, Yossianis menekankan bahwa penguatan K3 di ASDP bertumpu pada tiga nilai utama, yakni profesionalisme, keandalan, dan kolaborasi. Ketiga nilai tersebut menjadi landasan dalam menjaga standar keselamatan, meningkatkan mutu layanan, serta memperkuat sistem pengamanan di seluruh aktivitas operasional.
ASDP juga mengajak seluruh insan perusahaan dan pengguna jasa untuk berperan aktif dalam membangun budaya K3, dengan mematuhi prosedur keselamatan, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya, serta melaporkan setiap kondisi tidak aman secara bertanggung jawab.
Dengan komitmen yang dijalankan secara konsisten, ASDP optimistis dapat mewujudkan operasional penyeberangan yang selamat, aman, berkelanjutan, dan terpercaya. Moto keselamatan “Jaga Diri, Jaga Alat, dan Jaga Lingkungan” terus dipegang teguh sebagai wujud tanggung jawab perusahaan kepada publik.


