JAKARTA, AKSIKATA.COM – Indonesia mencatat sejarah baru di panggung internasional dengan terpilihnya sebagai Presiden Dewan HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk periode 2026. Keputusan ini disambut positif oleh berbagai pihak di dalam negeri, yang menilai posisi tersebut sebagai momentum penting untuk memperkuat diplomasi kemanusiaan dan komitmen terhadap hak asasi manusia.
Penetapan Indonesia sebagai Presiden Dewan HAM PBB diumumkan dalam sidang resmi di Jenewa. Dengan mandat ini, Indonesia akan memimpin agenda global terkait perlindungan dan pemajuan hak asasi manusia. Posisi tersebut dianggap strategis karena memberi ruang bagi Indonesia untuk menunjukkan kontribusi nyata dalam isu-isu kemanusiaan, baik di tingkat regional maupun internasional.
Komisi I DPR RI menilai pencapaian ini sebagai bukti pengakuan dunia terhadap peran aktif Indonesia dalam diplomasi multilateral. “Ini adalah kontribusi nyata Indonesia untuk kemanusiaan. Kita harus memanfaatkan posisi ini untuk memperjuangkan kepentingan bangsa sekaligus memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai universal HAM,” ujar Anggota Komisi I DPR, Christina Aryani, dalam keterangannya.
Sementara itu, Komisi XIII DPR menekankan perlunya penguatan kapasitas nasional agar Indonesia tidak hanya menjadi simbol, tetapi juga mampu menjalankan peran substantif. “Kita harus memastikan bahwa kepemimpinan Indonesia di Dewan HAM PBB tidak sekadar seremonial. Pemerintah perlu memperkuat instrumen HAM di dalam negeri agar sejalan dengan mandat internasional,” kata Wakil Ketua Komisi XIII DPR, Kurniasih Mufidayati.
Pakar hubungan internasional juga mengingatkan agar Indonesia tetap berhati-hati dalam menjalankan mandat tersebut. Menurut mereka, posisi strategis ini bisa membawa tantangan besar, terutama dalam menghadapi tekanan politik global. “Indonesia jangan mudah terpengaruh oleh kepentingan negara-negara besar. Kepemimpinan ini harus dijalankan dengan independensi dan keberpihakan pada nilai kemanusiaan,” jelas pengamat internasional Hikmahanto Juwana.
Dengan terpilihnya Indonesia sebagai Presiden Dewan HAM PBB, harapan besar muncul agar negara ini mampu menjadi jembatan dialog antarnegara, memperjuangkan keadilan global, serta memperkuat diplomasi kemanusiaan.





