OJK Gelar Edukasi Keuangan di SMA Taruna Nusantara Magelang

MAGELANG, AKSI KATA. COM Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berupaya mendorong generasi muda untuk memahami pentingnya pengelolaan keuangan yang bijak sejak dini, dan memanfaatkan produk dan layanan keuangan secara baik dan bertanggung jawab, agar mampu membangun kebiasaan keuangan yang sehat dan memiliki ketahanan finansial di masa depan.

Demikian disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan OJK Friderica Widyasari Dewi, dalam kegiatan edukasi dan literasi keuangan bagi siswa SMA Taruna Nusantara yang digelar di Balairung Pancasila SMA Taruna Nusantara, Magelang, Selasa, (6/1).

Friderica menekankan bahwa literasi keuangan merupakan fondasi penting dalam membentuk generasi muda yang cerdas, mandiri, serta mampu mengambil keputusan keuangan secara bertanggung jawab.

“Literasi keuangan adalah bekal penting kepemimpinan untuk membentuk generasi yang cerdas secara finansial dan mampu menyiapkan masa depan,” kata Friderica.

Friderica menegaskan bahwa kemajuan teknologi digital yang memberikan berbagai kemudahan harus disikapi dengan kewaspadaan, karena di balik peluang tersebut juga terdapat berbagai risiko keuangan, mulai dari penipuan (scam) hingga aktivitas keuangan ilegal.

Ia menyampaikan bahwa kemampuan mengelola keuangan merupakan keterampilan dasar yang harus dimiliki setiap individu. Kecerdasan dan karier yang baik tidak akan memberikan manfaat optimal tanpa didukung pengelolaan keuangan yang sehat, sehingga literasi keuangan perlu ditanamkan sejak usia dini.

Lebih lanjut, Friderica mengajak para siswa SMA Taruna Nusantara untuk berperan sebagai duta literasi keuangan untuk membantu peningkatan literasi keuangan di masyarakat.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Taruna Nusantara M. Imam Gogor Agnie Aditya, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas dukungan OJK dalam mendorong peningkatan literasi keuangan di kalangan siswa. Penguatan pemahaman keuangan dinilai penting dan diharapkan dapat mendukung pembentukan karakter disiplin, integritas, dan kemandirian siswa sebagai calon pemimpin bangsa di masa mendatang.

“Kami meyakini bahwa literasi keuangan bukan sekadar hitung-hitungan soal uang, tetapi merupakan bagian penting dalam pembentukan karakter calon pemimpin masa depan yang bertanggung jawab, mandiri, disiplin, dan berintegritas,” tegas Gogor.

Gogor juga meyakini bahwa kehadiran OJK di tengah para siswa ini adalah sebuah wujud nyata komitmen negara dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, namun juga cerdas secara finansial.

Ia berpesan agar para siswa sebagai generasi muda mempersiapkan diri dalam menghadapi tantangan keuangan yang semakin kompleks di era digital ini, karena kemudahan akses terhadap produk keuangan juga menyimpan risiko tanpa adanya pemahaman yang kuat.

Salah satu rangkaian kegiatan adalah pengukuhan simbolis duta literasi keuangan kepada perwakilan siswa SMA Taruna Nusantara, yang diharapkan menjadi agen perubahan dalam menumbuhkan perilaku keuangan yang sehat, meningkatkan literasi keuangan, serta kewaspadaan terhadap risiko di lingkungan keluarga, masyarakat, dan institusi tempat mereka kelak mengabdi.

Kegiatan ini juga diisi dengan talk show edukasi keuangan yang mendorong pemahaman siswa mengenai pentingnya perencanaan keuangan, menabung dan berinvestasi secara aman, serta kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan keuangan. Talk show tersebut menghadirkan narasumber dari lembaga jasa keuangan, yaitu Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia Wilayah D.I. Yogyakarta Irfan Noor Riza, Area Head Kantor Wilayah 17 PT Bank Negara Indonesia Himawan Herrachmadi, serta Kepala Divisi Hubungan Kelembagaan PT Pegadaian Widi Hartanta.

Kegiatan tersebut diikuti secara luring oleh sekitar 900 siswa dan siswi serta pengajar SMA Taruna Nusantara Magelang.

Turut hadir dalam acara ini Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia Eddy Hartono, Kepala OJK Provinsi Jawa Tengah Hidayat Prabowo beserta jajaran, Kepala OJK Daerah Istimewa Yogyakarta Eko Yunianto, dan pimpinan pelaku usaha jasa keuangan di wilayah Provinsi Jawa Tengah.

OJK akan terus memperluas program literasi dan inklusi keuangan ke berbagai segmen masyarakat, termasuk pelajar, guna mendukung tercapainya masyarakat Indonesia yang lebih sejahtera, berdaya, dan terlindungi.